Politik pemerintahan

Sumbawa Tuan Rumah JKPI 2028, Bupati Dorong Percepatan Revitalisasi Cagar Budaya

7
×

Sumbawa Tuan Rumah JKPI 2028, Bupati Dorong Percepatan Revitalisasi Cagar Budaya

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Kabupaten Sumbawa mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Rakernas JKPI) 2028. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., meminta seluruh perangkat daerah menjadikan agenda tersebut sebagai momentum memperkuat program pemerintah daerah di bidang kebudayaan.

 

iklan

Arahan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin apel pagi rutin di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Selasa (8/9/2026). Apel dihadiri para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kasat Pol PP, para kepala bagian dan kepala bidang, serta ASN lingkup Setda, Diskominfotiksandi, dan Satpol PP Kabupaten Sumbawa.

 

Bupati mengatakan, kepercayaan menjadi tuan rumah Rakernas JKPI 2028 bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Sumbawa kepada masyarakat luas.

 

Penetapan Sumbawa sebagai tuan rumah merupakan hasil keputusan Rakernas XII JKPI 2026 yang berlangsung di Kota Ternate, Maluku Utara.

 

Menurut Bupati, agenda nasional tersebut harus dipersiapkan sejak jauh hari melalui program yang terarah, khususnya dalam pelestarian dan pengembangan kawasan pusaka daerah.

 

Salah satu langkah yang perlu dipercepat, kata Bupati, adalah revitalisasi dan restorasi sejumlah cagar budaya serta bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari identitas Sumbawa, di antaranya Istana Dalam Loka, Bala Putih, dan Bala Kuning.

 

“Ini harus kita persiapkan dari sekarang. Jangan sampai menjelang pelaksanaan baru kita bergerak,” ujar Bupati dalam arahannya.

 

Bupati menilai keberadaan berbagai situs dan bangunan bersejarah tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan pariwisata serta penggerak ekonomi daerah.

 

Kehadiran delegasi dari berbagai daerah di Indonesia dalam Rakernas JKPI 2028 diharapkan menjadi kesempatan bagi Sumbawa untuk memperkenalkan potensi budaya, sejarah, pariwisata, hingga produk ekonomi masyarakat.

 

Karena itu, Bupati meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan koordinasi dan ritme kerja. Persiapan JKPI harus menjadi bagian dari kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab perangkat daerah yang menangani kebudayaan.

 

Selain membahas persiapan JKPI, dalam apel tersebut Bupati juga menyampaikan duka cita atas musibah kecelakaan kerja di lokasi pertambangan rakyat Lawang Tua, Kecamatan Lantung.

 

Bupati menyebutkan, musibah tersebut mengakibatkan sembilan orang menjadi korban. Tiga korban meninggal dunia dan telah dipulangkan ke rumah duka masing-masing. Sementara tiga korban mengalami luka berat dan dirujuk ke Sumbawa Besar untuk mendapatkan penanganan medis, sedangkan tiga korban lainnya mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan.

 

Bupati menjelaskan, laporan awal mengenai musibah longsor di lokasi tambang emas rakyat tersebut diterima sekitar pukul 22.00 Wita dari Camat Lantung. Setelah menerima laporan, dirinya langsung mengoordinasikan jajaran terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berjalan cepat.

 

Koordinasi dan pemantauan terhadap penanganan darurat terus dilakukan hingga sekitar pukul 02.00 Wita untuk memastikan seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

 

Menutup arahannya, Bupati meminta seluruh jajaran Pemkab Sumbawa bekerja lebih cepat, responsif dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, percepatan kerja diperlukan untuk memastikan berbagai program pembangunan, termasuk penguatan sektor budaya dan persiapan JKPI 2028, dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Dengan persiapan yang dilakukan sejak dini, Pemkab Sumbawa diharapkan mampu menjadikan Rakernas JKPI 2028 bukan sekadar agenda nasional, tetapi momentum kebangkitan pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah dan ekonomi berbasis kebudayaan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *