KSB

Srikandi Trabas Asal Jabar Kagumi Keramahan Warga Seloto

18
×

Srikandi Trabas Asal Jabar Kagumi Keramahan Warga Seloto

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Intan Lusi, lady Trabas yang dikenal dengan nama Intan Aboy asal Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Selain menikmati tantangan jalur trabas, perempuan yang menekuni olahraga otomotif sejak usia sekolah dasar itu merasakan pengalaman berkesan saat mengikuti Jelajah Alam Sumbawa (JAS) ke-4, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Kesan tersebut menjadi bagian istimewa dari kunjungan pertamanya ke Sumbawa Barat. Bagi Intan, perjalanan mengikuti kegiatan trabas bukan semata-mata tentang menaklukkan medan ekstrem, tetapi juga kesempatan untuk menjalin persaudaraan dengan sesama crosser serta mengenal masyarakat dan potensi alam daerah yang dikunjunginya.

iklan

Kehadiran Intan dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan Jorokbu, Desa Seloto, turut menambah semarak pertemuan para pencinta olahraga trail dari berbagai daerah. Ia bergabung bersama ratusan rider yang datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus merasakan karakter jalur alam Sumbawa Barat.

“Saya sangat senang banget ke daerah Sumbawa Barat karena ini kesan pertama saya. Sangat spesial tentunya karena bertemu teman-teman trabaser dari wilayah timur, bersama para Raja Tanjakan wilayah timur,” ungkap Intan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh rider yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Untuk para rider, terima kasih sudah berpartisipasi. Sukses terus untuk kita semua,” tambahnya.

Bagi seorang trabaser yang terbiasa menghadapi medan menantang, pengalaman di daerah baru tidak hanya ditentukan oleh karakter lintasan. Interaksi dengan masyarakat setempat juga menjadi bagian penting dalam perjalanan.

Desa Seloto memberikan pengalaman tersendiri melalui perpaduan suasana pedesaan, bentang alam pegunungan, serta lingkungan yang menjadi bagian dari daya tarik kegiatan trabas.

Kesan terhadap keramahan masyarakat menjadi nilai tambah bagi pengalaman Intan selama berada di Sumbawa Barat. Kehangatan dalam perjumpaan dengan warga dan sesama peserta memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga otomotif dapat menjadi ruang pertemuan antardaerah sekaligus mempererat hubungan sosial.

Kehadiran peserta dari luar Pulau Sumbawa juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan daerahnya kepada pengunjung. Tidak hanya melalui panorama alam, tetapi juga melalui sikap terbuka dan keramahan dalam menyambut tamu.

Dalam konteks pengembangan pariwisata, pengalaman positif para peserta dapat menjadi bagian dari promosi daerah. Pengunjung yang merasa nyaman selama mengikuti kegiatan berpeluang membawa cerita dan pengalaman tersebut ke komunitas masing-masing.

Selain keramahan masyarakat, karakter alam Desa Seloto menjadi daya tarik bagi para peserta JAS ke-4.

Jalur yang melewati kawasan pegunungan, tanjakan terjal, hingga lintasan sungai menghadirkan tantangan bagi para pengendara motor trail. Setiap karakter medan membutuhkan teknik berkendara, konsentrasi, ketahanan fisik, dan kemampuan membaca kondisi lintasan.

Kondisi tersebut menjadikan trabas bukan sekadar aktivitas berkendara di alam terbuka. Para rider dituntut mampu menyesuaikan teknik dengan kontur tanah dan rintangan yang dihadapi sepanjang perjalanan.

Bagi komunitas trail, jalur semacam ini memberikan dua pengalaman sekaligus, yakni menguji kemampuan mengendalikan motor dan menikmati lanskap alam yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.

Penyelenggaraan JAS ke-4 pun menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter alam Seloto kepada komunitas otomotif dari berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dengan sejumlah agenda utama. Pada hari pertama, peserta mengikuti kompetisi kategori tanjakan untuk memperebutkan gelar Raja Tanjakan Indonesia Timur.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi final perebutan gelar Raja Tanjakan Indonesia Timur 2026 serta penjelajahan jalur trail yang diikuti sekitar 700 rider dari berbagai daerah.

Antusiasme peserta membuat kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan, tetapi juga wadah berkumpulnya komunitas trail untuk memperluas jaringan pertemanan dan memperkuat persaudaraan.

Sejumlah figur dalam dunia trail Indonesia turut hadir, di antaranya Presiden Trail Indonesia Agwan Law dan legenda tanjakan Indonesia, Dzakir.

Pertemuan para rider lintas daerah tersebut memperlihatkan bahwa olahraga trail memiliki daya tarik yang mampu mempertemukan komunitas dengan latar belakang dan wilayah berbeda.

Di balik sosoknya yang dikenal tangguh di lintasan, Intan Aboy memiliki perjalanan panjang dalam dunia otomotif.

Perempuan kelahiran 3 Maret 2002 itu mulai mengenal olahraga balap motor pada 2013, ketika masih duduk di kelas V sekolah dasar. Ketertarikannya terhadap dunia balap tumbuh melalui pengaruh sang ayah, Dian Aboy, yang merupakan pembalap senior grasstrack.

Dari sang ayah, Intan mulai mengenal dunia balap motor hingga akhirnya menekuni olahraga tersebut. Nama Aboy yang melekat pada identitas balapnya juga menjadi bentuk kedekatan dengan sang ayah.

Seiring waktu, ketertarikan tersebut berkembang menjadi aktivitas yang membawanya mengikuti berbagai kegiatan otomotif. Intan menekuni disiplin grasstrack dan enduro, dua cabang olahraga yang menuntut keterampilan teknis, keseimbangan, ketahanan fisik, serta keberanian menghadapi berbagai karakter lintasan.

Dalam olahraga ekstrem, kemampuan pengendara tidak hanya diukur dari kecepatan. Ketepatan mengambil jalur, menjaga keseimbangan, mengendalikan motor di medan sulit, dan mempertahankan konsentrasi menjadi bagian penting untuk menghadapi tantangan.

Sebagai lady trabaser, Intan menunjukkan bahwa olahraga trail dan balap motor juga menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan kemampuan serta berpartisipasi dalam kompetisi otomotif.

Pengalamannya mengikuti sejumlah kegiatan di berbagai daerah, termasuk Wisata Alam Luwu (WAL) di Sulawesi Selatan, memperluas pengenalannya terhadap karakter jalur dan komunitas trail di Indonesia.

Keikutsertaannya dalam JAS ke-4 di Sumbawa Barat menjadi bagian lain dari perjalanan tersebut. Kali ini, pengalaman yang dibawanya tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga perjumpaan dengan masyarakat dan komunitas trail di wilayah timur Indonesia.

Penyelenggaraan Jelajah Alam Sumbawa ke-4 memperlihatkan peluang pengembangan kegiatan olahraga petualangan sebagai salah satu cara memperkenalkan potensi daerah.

Desa Seloto memiliki bentang alam yang dapat menjadi daya tarik bagi pencinta kegiatan luar ruang. Perpaduan kawasan pegunungan, jalur menanjak, dan lintasan sungai memberikan karakter tersendiri bagi kegiatan penjelajahan menggunakan motor trail.

Kehadiran sekitar 700 rider dari berbagai daerah juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk berinteraksi dengan pengunjung sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada khalayak yang lebih luas.

Namun, pengembangan wisata berbasis olahraga ekstrem tetap perlu memperhatikan keselamatan peserta, kelestarian lingkungan, serta kenyamanan masyarakat. Pengelolaan jalur dan kegiatan secara bertanggung jawab menjadi faktor penting agar aktivitas tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Bagi Sumbawa Barat, kegiatan seperti JAS berpotensi menjadi salah satu sarana promosi pariwisata yang memadukan olahraga, petualangan, dan pengenalan budaya lokal.

Pengalaman Intan Aboy menggambarkan bahwa daya tarik sebuah daerah tidak hanya terletak pada medan yang menantang atau panorama alam yang indah. Keramahan masyarakat dan hubungan baik yang terjalin selama kunjungan juga menjadi bagian penting yang dapat meninggalkan kesan bagi para pendatang.

Dari jalur trabas Seloto, Sumbawa Barat tidak hanya menawarkan tantangan bagi para pencinta motor trail, tetapi juga pengalaman perjumpaan yang mempertemukan komunitas dari berbagai penjuru Indonesia.

Bagi Intan, kunjungan pertamanya ke Sumbawa Barat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat komunitas trail Indonesia Timur, menikmati tantangan lintasan, serta membawa pulang pengalaman baru dari Desa Seloto Kabupaten Sumbawa Barat.(02)