KSB

Pilkades Usai, Muliani Ajak Warga Bergandengan Tangan Bangun Desa Tuananga

11
×

Pilkades Usai, Muliani Ajak Warga Bergandengan Tangan Bangun Desa Tuananga

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Muliani, S.I.P., mengajak seluruh masyarakat Desa Tuananga, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), untuk mengakhiri perbedaan pilihan dan bersatu membangun desa pasca Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak berbasis e-voting, Minggu, 25 Oktober 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Muliani setelah terpilih sebagai kepala desa dengan perolehan 483 suara. Ia menilai persatuan masyarakat menjadi modal penting untuk menjalankan pemerintahan dan mendorong pembangunan desa.

iklan

“Pilkades sudah selesai. Sekarang saatnya kita kembali bergandengan tangan, menyatukan perbedaan, dan bersama-sama membangun Desa Tuananga,” ujar Muliani. Senin,(26/10/2026)

Dalam pemilihan tersebut, perempuan 25 tahun itu unggul atas dua kandidat lainnya. Hamzah memperoleh 424 suara, sedangkan Manawari meraih 235 suara. Pilkades berbasis e-voting ini merupakan bagian dari pemilihan serentak yang digelar di 21 desa di KSB.

Bagi Muliani, berakhirnya kontestasi politik menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui kerja nyata, pelayanan yang terbuka, serta pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan warga.

Ia menegaskan, kemajuan desa tidak bisa hanya bergantung pada kepala desa, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, pemuda, dan kelompok masyarakat lainnya.

“Pembangunan desa bukan hanya tanggung jawab kepala desa, tetapi tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh masyarakat bisa ikut berpartisipasi dan mendukung kemajuan Tuananga,” katanya.

Menurut Muliani, sejumlah potensi lokal, seperti pertanian, pengembangan wisata desa, dan pemberdayaan pemuda, dapat menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

“Potensi tersebut perlu dipetakan dan dikelola secara terencana agar mampu memberikan manfaat nyata bagi warga,” jelasnya.

Terpilihnya Muliani juga menghadirkan sosok perempuan muda dalam kepemimpinan pemerintahan desa.

Namun, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menyerap aspirasi warga, serta memastikan pembangunan berjalan secara inklusif.

Sebagaimana diketahui, Muliani merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cordova Indonesia.

Ia juga pernah menjadi pengurus Korps HMI-Wati (Kohati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa Barat periode 2024–2025.

Pengalaman akademik dan organisasinya menjadi bagian dari perjalanan sebelum memasuki pemerintahan desa.

Meski demikian, kepemimpinannya akan diuji melalui kemampuan mengelola pemerintahan secara transparan, terbuka terhadap kritik, dan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan.

Sebagai kepala desa terpilih, Muliani memiliki tanggung jawab untuk merangkul seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik mereka selama Pilkades.

“Saya berharap, tidak ada lagi perbedaan yang muncul setelah kontestasi. Sehingga kedepannya tidak menjadi penghalang bagi kehidupan sosial maupun pembangunan desa,” tandasnya.(02)