KSB

Pengurus 8 DPC NasDem Sumbawa Barat Dikukuhkan, Bidik Penguatan hingga Desa

6
×

Pengurus 8 DPC NasDem Sumbawa Barat Dikukuhkan, Bidik Penguatan hingga Desa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), mengukuhkan delapan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-KSB, Kamis (22/10/2026). Pengukuhan ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat soliditas kader, memperluas struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan, serta mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik mendatang.

Kegiatan yang berlangsung di Bale Santong, Sekretariat DPD Partai NasDem KSB, tersebut dipimpin Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem NTB, Mori Hanafi. Prosesi diawali dengan pembacaan surat keputusan (SK) kepengurusan oleh Sekretaris DPD Partai NasDem KSB, Badaruddin Duri, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus.

iklan

Penyerahan bendera pataka kepada delapan pengurus DPC menjadi bagian dari prosesi tersebut. Penyerahan pataka melambangkan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan pengurus dalam menggerakkan organisasi serta memperkuat keberadaan partai di tingkat kecamatan.

Ketua DPD Partai NasDem KSB, Fud Syaifuddin, menegaskan bahwa pengukuhan pengurus baru bukan sekadar agenda formal organisasi. Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi titik awal untuk membangun kembali semangat kebersamaan, memperkuat persatuan kader, dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

“Pelantikan dan pengukuhan ini adalah hal yang luar biasa. Insyaallah, kita diberikan kekuatan dalam menjalankan perintah partai demi kemaslahatan umat,” kata Fud.

Mantan Wakil Bupati KSB dua periode itu mengatakan, pergantian kepengurusan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi secara dewasa. Pengurus baru diharapkan mampu melanjutkan kerja organisasi sekaligus menghadirkan semangat baru untuk menghadapi tantangan politik ke depan.

Ia mengakui, membangun persatuan dan menjaga soliditas kader bukan perkara mudah, terlebih setelah Partai NasDem belum memperoleh amanah dalam kontestasi pemilihan kepala daerah di KSB. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat kader kehilangan semangat ataupun mengurangi aktivitas pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Fud, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh posisi dalam pemerintahan, tetapi juga oleh kemampuan kader menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata dan hubungan sosial yang baik.

“Tidak mudah kita bersatu di tengah tantangan saat ini. Melalui pengurus baru ini, kita harus mulai bekerja memenangkan tujuan kita, memenangkan partai, serta memenangkan hati rakyat,” ujarnya.

Fud menekankan bahwa konsolidasi organisasi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas pembentukan kepengurusan atau kegiatan seremonial. Pengurus DPC diminta membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat, menjaga hubungan antarkader, serta merangkul berbagai kelompok di lingkungan masing-masing.

Ia mengingatkan bahwa keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap partai politik. Karena itu, kader NasDem diharapkan mampu menjaga persaudaraan dan menunjukkan sikap terbuka dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya mengajak kita untuk terus merangkul keluarga, tetangga, menjaga hubungan baik, dan memelihara persaudaraan di antara kita,” katanya.

Fud juga meminta seluruh pengurus tidak berkecil hati meskipun NasDem KSB saat ini tidak menjadi bagian dari partai yang memegang kekuasaan di daerah. Menurut dia, posisi tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi kader untuk terus bekerja dan berkontribusi bagi kepentingan masyarakat.

Ia berharap pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjadikan momentum konsolidasi sebagai kesempatan untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat koordinasi, dan membangun kesiapan menghadapi kontestasi politik berikutnya.

“Jangan takut kita bukan partai penguasa. Mari terus berbuat, bergandengan tangan, saling merangkul, dan menjemput kemenangan di kontestasi berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai NasDem NTB, Mori Hanafi, mengatakan pengukuhan delapan pengurus DPC di KSB merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke kabupaten dan kota di NTB untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

Menurut Mori, penetapan kepengurusan DPC di seluruh wilayah NTB telah dilakukan. Tahap selanjutnya adalah memastikan struktur yang telah terbentuk mampu menjalankan tugas secara aktif, membangun koordinasi dengan pengurus di tingkat kabupaten, dan memperluas hubungan dengan masyarakat.

“Kehadiran kami ini merupakan bagian dari roadshow ke kabupaten dan kota untuk melantik DPC sekaligus melakukan konsolidasi secara bergiliran. Kami tidak kenal lelah melakukan konsolidasi, dan seluruh DPC di NTB sudah kita tetapkan,” ujar Mori.

Ia menilai DPC memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak partai di tingkat kecamatan. Pengurus DPC dinilai memiliki peran penting dalam menerjemahkan kebijakan dan agenda partai menjadi kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, Mori menegaskan bahwa konsolidasi tidak boleh berhenti setelah pelantikan. Kepengurusan yang telah dikukuhkan harus segera bekerja, menyusun langkah organisasi, dan memastikan koordinasi dengan DPD berjalan secara berkelanjutan.

DPW NasDem NTB, kata dia, akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan organisasi melalui pertemuan serta laporan berkala setiap tiga bulan.

“Kami dari DPW merapikan DPC serta memberikan perhatian dalam rangka kebersamaan. Kita akan terus melakukan pertemuan dan melihat laporan sehingga setiap tiga bulan secara berkala kita terus bertemu,” katanya.

Evaluasi berkala tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan organisasi di masing-masing daerah, mengidentifikasi kendala yang dihadapi pengurus, sekaligus memastikan agenda konsolidasi berjalan sesuai dengan target partai.

Selain memperkuat kepengurusan di tingkat kecamatan, Mori menegaskan bahwa pekerjaan penting berikutnya adalah membentuk Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di tingkat desa dan kelurahan.

Menurut dia, keberadaan struktur hingga tingkat paling bawah diperlukan agar aktivitas partai tidak hanya terpusat pada kepengurusan kabupaten dan kecamatan. Dengan struktur yang lebih lengkap, partai diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih dekat dan berkelanjutan dengan masyarakat.

Mori meminta seluruh pengurus DPC bekerja bersama DPD untuk menjangkau desa dan kelurahan di wilayah masing-masing. Pembentukan DPRt diharapkan menjadi salah satu prioritas setelah pengurus kecamatan resmi dikukuhkan.

“Amanah DPC, dibantu DPD, adalah pembentukan DPRt di tingkat desa dan kelurahan. Kita harus keliling ke desa-desa,” ujarnya.

Ia juga mendorong anggota DPRD dari Partai NasDem agar memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan struktur partai di tingkat bawah. Keterlibatan anggota legislatif dinilai penting untuk menjaga hubungan antara partai, kader, dan masyarakat agar tidak terputus setelah momentum politik berakhir.

Melalui penguatan struktur tersebut, NasDem berharap aktivitas organisasi dapat berjalan lebih merata di seluruh wilayah KSB. Pengurus di setiap tingkatan juga diharapkan memiliki peran yang jelas dalam menjalankan program partai dan menyerap aspirasi masyarakat.

Di sisi lain, Mori mengungkapkan bahwa NasDem mulai mempersiapkan kader untuk menghadapi kontestasi politik mendatang, termasuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan pemilihan legislatif (Pileg).

Ia menyebutkan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) akan segera menyampaikan langkah-langkah untuk mendorong dan mempersiapkan kader internal yang berpotensi menjadi kandidat dalam kontestasi politik berikutnya.

Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya partai membangun kesiapan sejak dini, baik dari sisi sumber daya kader, penguatan organisasi, maupun strategi pemenangan.

Sejalan dengan agenda tersebut, DPD Partai NasDem KSB juga akan melakukan pemetaan terhadap calon anggota legislatif (caleg) potensial. Pemetaan ini diharapkan membantu partai mengidentifikasi kader yang memiliki kapasitas, kesiapan, serta peluang untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui lembaga legislatif.

Dengan pengukuhan delapan pengurus DPC, penguatan struktur hingga desa dan kelurahan, serta persiapan kader untuk kontestasi politik mendatang, NasDem KSB diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih solid dan terukur.

Namun, keberhasilan konsolidasi tersebut akan ditentukan oleh tindak lanjut di lapangan, terutama dalam menjalankan program organisasi, menjaga komunikasi dengan masyarakat, dan memastikan seluruh kepengurusan bekerja secara aktif sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. (02)