KSB

Paripurna DPRD KSB, Bupati Amar Tekankan APBD 2027 Harus Berdampak Nyata

21
×

Paripurna DPRD KSB, Bupati Amar Tekankan APBD 2027 Harus Berdampak Nyata

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan berorientasi pada hasil nyata. Anggaran daerah tidak boleh sekadar menjadi deretan angka dalam dokumen perencanaan, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ekonomi masyarakat, dan mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (16/10/2026).

iklan

Dalam pembahasan APBD 2027, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menekankan pentingnya memastikan setiap program dan kegiatan perangkat daerah memiliki sasaran yang jelas, terukur, serta sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.

Menurut Bupati, kebijakan anggaran harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat secara adil dan proporsional. Dengan demikian, alokasi belanja daerah diharapkan tidak hanya terserap secara administratif, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sejumlah sektor menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga pengembangan klaster ekonomi baru melalui program unggulan Sumbawa Barat Maju Luar Biasa.

Penguatan Pendapatan Asli Daerah menjadi salah satu fokus penting dalam penyusunan APBD 2027. Optimalisasi PAD diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga pemerintah memiliki ruang yang lebih memadai untuk membiayai program pembangunan dan memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.

Upaya tersebut perlu dilakukan melalui pengelolaan potensi daerah secara optimal, peningkatan efektivitas pemungutan pendapatan, serta penguatan sektor-sektor ekonomi yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.

Selain itu, pengembangan klaster ekonomi baru melalui program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.

Pengembangan klaster ekonomi tersebut perlu diarahkan agar mampu mendorong produktivitas masyarakat, membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan nilai tambah dari potensi unggulan daerah.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan secara umum, tetapi juga diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Amar juga menekankan pentingnya memastikan belanja daerah disusun secara realistis, efektif, dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Setiap program yang diusulkan perangkat daerah perlu mempertimbangkan urgensi kebutuhan masyarakat, skala prioritas pembangunan, serta hasil yang ingin dicapai. Dengan perencanaan yang terukur, penggunaan anggaran diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Prinsip tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas perencanaan pembangunan daerah, terutama di tengah kebutuhan pembiayaan berbagai program pelayanan publik dan pengembangan ekonomi.

Karena itu, pembahasan APBD tidak hanya berkaitan dengan penentuan besaran anggaran, tetapi juga menyangkut ketepatan kebijakan dalam menentukan program yang harus didahulukan dan kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian.

Pemerintah daerah bersama DPRD memiliki peran penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan anggaran tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama DPRD akan melanjutkan pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027 untuk memastikan dokumen anggaran yang disusun semakin realistis, efektif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD diperlukan agar proses penganggaran berjalan sesuai ketentuan, memperhatikan kemampuan fiskal daerah, serta mengakomodasi prioritas pembangunan yang telah direncanakan.

Melalui pembahasan tersebut, setiap program dan kegiatan diharapkan memiliki arah pelaksanaan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta keterkaitan langsung dengan target pembangunan daerah.

Pada akhirnya, keberhasilan APBD tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan atau tingkat realisasi belanja, tetapi juga dari sejauh mana program pemerintah mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat perekonomian, dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Prinsip inilah yang menjadi landasan penting dalam penyusunan APBD Kabupaten Sumbawa Barat Tahun Anggaran 2027, yakni memastikan setiap rupiah anggaran daerah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.(02)