Umum

Perempuan dan Petani Milenial Desa Tatar Bangun Gerakan Pertanian Organik Berkelanjutan

14
×

Perempuan dan Petani Milenial Desa Tatar Bangun Gerakan Pertanian Organik Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA BARAT, Bintangtv.id – Perempuan dan petani milenial di Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, mulai mengambil peran dalam mendorong perubahan pola pertanian menuju sistem organik yang lebih sehat dan berkelanjutan.

 

iklan

Melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar, para perempuan tani kini belajar memproduksi Mikroorganisme Lokal (MOL), pupuk kompos, hingga nutrisi tanaman organik secara mandiri.

 

Gerakan ini merupakan bagian dari perluasan Program Pengembangan Pertanian Organik yang diinisiasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bersama Aliksa Organik SRI Consultant. Setelah diterapkan di Desa Maluk dan Benete, Kecamatan Maluk, program tersebut kini diperluas ke Desa Tatar dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Merah dan petani milenial.

 

Pengembangan program ini tidak terlepas dari hasil positif penerapan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik di Desa Maluk dan Benete. Pada fase pertama, produktivitas padi tercatat mencapai rata-rata 7,34 ton per hektare, meningkat dibandingkan metode konvensional yang sebelumnya menghasilkan sekitar 4 ton per hektare.

 

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan pertanian organik di wilayah lain, sekaligus memperlihatkan potensi sistem budidaya yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pemulihan kualitas tanah.

 

Di Desa Tatar, pengembangan program direncanakan mencakup lahan seluas 142 are atau 1,42 hektare. Kegiatan budidaya dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 hingga Maret 2027, dengan pengembangan Padi SRI Organik, Sayuran Organik Keluarga (SORGA), serta Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

 

Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, mengatakan program tersebut tidak sekadar memperkenalkan teknik pertanian organik, tetapi juga mendorong kemandirian petani dan memperkuat ekonomi rumah tangga melalui Pertanian Sehat, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan (PSRLB).

 

Menurutnya, kemampuan masyarakat memproduksi kompos dan MOL secara mandiri dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan-bahan dari luar.

 

“Program ini tidak hanya memperkenalkan teknik pertanian organik, tetapi juga mendorong petani agar semakin percaya pada kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki. Kami berharap pengetahuan ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi semakin banyak keluarga petani di Desa Tatar,” ujarnya.

 

Untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sebanyak 84 peserta telah mengikuti Pelatihan Ekologi Tanah (PET) pada 4–10 Oktober 2026.

 

Pengetahuan yang diperoleh mulai diterapkan melalui pembangunan Rumah MOL dan Rumah Kompos Komunal. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang bersama bagi masyarakat untuk memproduksi pupuk dan nutrisi tanaman organik secara mandiri.

 

Keterlibatan perempuan menjadi salah satu aspek penting dalam gerakan tersebut. Ketua Presidium Pertanian Organik Desa Tatar, Nikmah, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diikuti membuka wawasan baru bagi perempuan tani dalam memanfaatkan bahan-bahan sederhana di sekitar rumah.

 

Ia mencontohkan nasi sisa yang selama ini dianggap tidak terpakai ternyata dapat diolah menjadi bahan MOL yang bermanfaat bagi pertanian.

 

“Dulu kami melihat nasi sisa dan bahan-bahan di sekitar rumah hanya sebagai sesuatu yang tidak terpakai. Sekarang kami belajar bahwa semuanya dapat diolah dan memberi manfaat bagi tanaman. Pengetahuan ini membuat kami semakin bersemangat karena ternyata perempuan juga bisa belajar, menghasilkan sesuatu, dan membawa perubahan bagi pertanian di desa kami,” ungkapnya.

 

Selain penguatan kapasitas petani, program ini juga melibatkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam proses pendampingan. Sementara itu, Maluk Ecopiles direncanakan mendukung akses pemasaran produk pertanian organik. Keterlibatan kalangan akademisi juga terbuka untuk memperkuat validasi ilmiah terhadap praktik pertanian yang dikembangkan.

 

Melalui kolaborasi perempuan tani, petani milenial, pemerintah, dan mitra lokal, pengembangan pertanian organik di Desa Tatar diharapkan menjadi langkah menuju sistem pertanian yang lebih mandiri.

 

Lebih dari sekadar meningkatkan produktivitas, gerakan ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian dari luar, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi keluarga petani. (02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *