Politik pemerintahan

Kre Alang Sumbawa Mendunia, Putri Mahkota Swedia Terpikat Tenun Khas Tau Samawa

3
×

Kre Alang Sumbawa Mendunia, Putri Mahkota Swedia Terpikat Tenun Khas Tau Samawa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Kain tenun Kre Alang kembali mengharumkan nama Sumbawa di panggung internasional. Dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Barat (NTB), Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée mendapat sambutan kehormatan berupa pengalungan Kre Alang, kain tenun khas Sumbawa yang sarat nilai budaya dan sejarah.

 

iklan

Momen istimewa tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan Putri Mahkota Swedia ke NTB pada 5–7 September 2026. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya, produk UMKM lokal, pemberdayaan perempuan, serta komitmen terhadap kelestarian lingkungan kepada dunia internasional.

 

Putri Mahkota Victoria disambut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB. Dalam suasana penyambutan yang hangat, Kre Alang turut menjadi bagian dari penghormatan budaya kepada tamu kehormatan dari Kerajaan Swedia.

 

Kain tenun khas Sumbawa tersebut mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Putri Mahkota Victoria. Keindahan motif, karakter kain, serta kekhasan tenun Sumbawa menjadi bagian yang menarik dalam prosesi penyambutan.

 

Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumbawa, terutama para perajin tenun yang selama ini terus mempertahankan tradisi menenun sebagai warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

 

Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Jarot, SE, menyampaikan rasa bangga atas tampilnya Kre Alang dalam penyambutan Putri Mahkota Swedia.

 

Menurutnya, pengalungan Kre Alang bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk penghormatan sekaligus kesempatan emas untuk memperkenalkan identitas budaya Sumbawa kepada dunia.

 

“Kami tentu sangat bangga. Kre Alang bukan hanya selembar kain, tetapi merupakan identitas dan warisan budaya masyarakat Sumbawa. Ketika kain khas Sumbawa dikalungkan kepada Putri Mahkota Swedia dan mendapat apresiasi langsung dari beliau, tentu menjadi kebanggaan luar biasa bagi Tau Samawa,” ujarnya.

 

Hj. Ida menilai apresiasi tersebut menunjukkan bahwa karya para perajin Sumbawa memiliki daya tarik dan nilai yang mampu diterima di tingkat internasional.

 

Menurutnya, di balik keindahan sehelai kain tenun terdapat kerja keras, kreativitas dan ketekunan para perempuan Sumbawa. Karena itu, pengembangan tenun tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan dan peningkatan ekonomi keluarga.

 

“Tampilnya Kre Alang dalam penyambutan Putri Mahkota Swedia menjadi momentum strategis untuk memperlihatkan bahwa produk budaya lokal dapat menjadi bagian dari diplomasi budaya sekaligus kekuatan ekonomi kreatif,” katanya.

 

Ia menambahkan, setiap lembar tenun Sumbawa membawa cerita tentang masyarakat dan tradisi yang terus dijaga hingga kini.

 

“Ini bukan hanya tentang kain yang dipakai atau dikalungkan. Di dalamnya ada cerita tentang perempuan Sumbawa, tentang tradisi, tentang ketekunan dan tentang bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

 

Hj. Ida berharap perhatian terhadap tenun Sumbawa semakin meningkat setelah tampilnya Kre Alang dalam momentum internasional tersebut.

 

Ia juga berharap generasi muda semakin mencintai dan ikut menjaga warisan budaya daerah, sehingga tenun Sumbawa tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi terus berkembang mengikuti zaman.

 

“Semoga momen ini menjadi penyemangat bagi generasi muda Sumbawa untuk mencintai budaya daerahnya. Kita ingin Kre Alang tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi menjadi warisan yang terus hidup, berkembang dan mampu membawa nama Sumbawa ke panggung dunia,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *