Sumbawa, Bintangtv.id – Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sumbawa Besar, menggelar Sosialisasi Tindakan, Perlakuan Fumigasi Phosphine (Ph3) dalam rangka eksport Komoditas Pertanian, Kamis 5 Oktober 2023 di Aula Hotel Transit, Sumbawa.
Turut hadir dalam acara Sosialisasi tersebut para surveyor, bulog, pemilik gudang jagung se-Pulau Sumbawa, Fumigator yang terdaftar di Badan Karantina NTB dan Ekpedisi Muatan Kapal Laut Pelabuhan Badas.
Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sumbawa, drh Ida Bagus Putu Raka Ariana, (05/10/2023) mengatakan, tujuan dilaksanakan sosialisasi perlakuan ini sesuai dengan undang undang nomor 21 tahun 2019 tentang pengasingan, pengamatan dan perlakuan. Kemudian pembebasan, penolakan, penahanan dan pemusnahan terhadap komoditi pertanian.
“Fumigasi itu adalah salah satu tindakan perlakuan dalam rangka menghilangkan hama yang terdapat di dalam media pembawa komiditi yang akan diekspor,” katanya.
Fumigasi, Kata Raka, adalah tindakan yang dilakukan dengan menggunakan zat fumigan atau semacam pestisida.
“Misalnya jagung, sebelum diekspor, kita lakukan fumigasi dengan suhu, tekananan dan waktu tertentu di dalam ruang yang kedap. Diharapkan bisa mematikan hama atau kutu yang ada di media sebelum komiditi pertanian di ekspor,” ungkapnya.
Ditambahkan, tujuan lain dari sosialisasi ini agar pemilik gudang dan perusahaan perusahaan jagung di Sumbawa agar di dalam melalulitaskan jagung, harus bebas dari hama khususnya kutu dan serangga.
“Komoditi yang akan dikirim harus bebas dari hama mulai dari kutu, larva, Pupa dan Imago atau serangga dewasa,” imbuhnya.
Ditegaskan, keamanan dan kualitas komoditas pertanian menjadi prioritas utama dalam usaha ekspor.
Abi Said Hudri, SP, M. Si, Analis Perkarantinaan Tumbuhan, Badan Karantina Indonesia menambahkan, upaya ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan ketat yang ditetapkan oleh negara tujuan, terutama terkait dengan kesehatan tumbuhan dan lingkungan.
“Pemerintah Indonesia, melalui Badan Karantina Pertanian, telah mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan kualitas dan keamanan komoditas pertanian yang diekspor dari Sumbawa dan wilayah lainnya,” katanya. (01)












