Umum

Komitmen Gubernur NTB untuk Sumbawa: Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas

6
×

Komitmen Gubernur NTB untuk Sumbawa: Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Mataram, Bintangtv.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan pembangunan di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, khususnya pada sektor infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

 

iklan

Gubernur NTB menjelaskan, telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa untuk meninjau lokasi pembangunan dan kondisi infrastruktur termasuk salah satu agendanya adalah kunjungan ke RS Manambai Abdulkadir.

 

Dalam keterangannya, Senin (1/6/2026), Gubernur menegaskan bahwa setiap kunjungan ke daerah bertujuan mengecek langsung berbagai sektor pembangunan agar program pemerintah berjalan tepat sasaran.

 

“Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen agar pembangunan berjalan merata, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa,” ujarnya.

 

Plt Kepala Dinas PUPRKP Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya ST., MT., melalui Kepala Balai Jalan Provinsi Pulau Sumbawa, Mustafa ST., MT., memaparkan rencana teknis peninggian badan jalan di kawasan RSUD Sering, direncanakan ditinggikan sekitar 50–60 sentimeter agar sejajar dengan halaman rumah sakit, sekaligus dilakukan pelebaran menjadi dua jalur.

 

Namun menurut Mustafa, terdapat dua kendala utama yang menyebabkan proyek belum dapat segera dikerjakan.

 

Kendala pertama bersifat teknis, yakni kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang membuat proses penimbunan agregat kelas A sulit mencapai kepadatan maksimal. Jika dipaksakan, kondisi tersebut dikhawatirkan membuat jalan cepat mengalami kerusakan kembali.

 

Sedangkan kendala kedua bersifat nonteknis karena proyek tersebut mengharuskan relokasi seluruh lapak pedagang di sepanjang ruas jalan sekitar 700 meter. Para pedagang direncanakan dipindahkan sementara ke kawasan Taman Genang Genis selama proses pengerjaan berlangsung.

 

Mustafa juga meluruskan informasi terkait jadwal pelaksanaan proyek. Ia memastikan pekerjaan fisik tidak dimulai pada Januari maupun Maret 2026 seperti yang sempat beredar sebelumnya.

 

“Pekerjaan fisik baru akan dimulai Juni 2026 setelah rapat teknis final dan seluruh kesepakatan dengan Pemkab Sumbawa selesai,” jelasnya.

 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTB juga bergerak cepat melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Sumbawa sejak arus mudik lebaran lalu.

 

Perbaikan dilakukan melalui kolaborasi antara Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Provinsi NTB, serta Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

 

Menurut Mustafa, percepatan perbaikan jalan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur NTB agar kondisi jalan provinsi tetap layak dilalui masyarakat, khususnya pada musim libur dan musim mudik Lebaran.

 

Perbaikan difokuskan pada penanganan kerusakan jalan melalui program penutupan lubang atau patching serta pembersihan kubangan dan drainase guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

 

“Perbaikan ini menjadi prioritas agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat melintas dengan aman dan nyaman. Kami juga memastikan pekerjaan dilakukan secara cepat namun tetap memperhatikan kualitas,” katanya.

 

Hingga saat ini, pekerjaan perbaikan telah berjalan sekitar 11 hari dan mencakup tujuh ruas jalan strategis di Kabupaten Sumbawa. Ketujuh ruas tersebut meliputi Jalan Sultan Kaharuddin, Jalan Sumbawa–Sebewe Lua Air, Jalan Simpang Negara Moyo–Lua Air, Jalan Pal IV–Lenangguar, Jalan Lenangguar–Lunyuk, Jalan Sumbawa–Semongkat–Batu Dulang, serta Jalan Plampang–Sekokat.

 

Ruas-ruas tersebut diprioritaskan karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta akses menuju kawasan pertanian dan permukiman di sejumlah kecamatan.

 

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tetap dilakukan meski menghadapi kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan cukup tinggi di wilayah Sumbawa. Tim lapangan menyesuaikan metode pekerjaan dan jadwal pelaksanaan agar kualitas perbaikan tetap terjaga.

 

Untuk penutupan lubang jalan, digunakan aspal dingin jenis Asbuton (Aspal Buton). Material ini dipilih karena lebih praktis digunakan di lapangan tanpa proses pemanasan serta memiliki standar kualitas sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, penggunaan aspal lokal tersebut dinilai lebih ekonomis dan efisien.

 

Selain penutupan lubang jalan, petugas juga melakukan pembersihan saluran drainase guna mencegah genangan air yang dapat mempercepat kerusakan jalan serta mengganggu arus lalu lintas.

 

“Kami akan memaksimalkan waktu yang ada agar jalan-jalan ini siap dilalui masyarakat,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *