Politik pemerintahan

Pulau Moyo Disiapkan Jadi KEK, Pemkab Sumbawa Fokus Perkuat Infrastruktur dan Hilirisasi

711
×

Pulau Moyo Disiapkan Jadi KEK, Pemkab Sumbawa Fokus Perkuat Infrastruktur dan Hilirisasi

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mematangkan rencana pengembangan Pulau Moyo sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terintegrasi dengan Taman Nasional Moyo Satonda dan masuk dalam Peta Ekonomi Biru.

 

iklan

Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Ariwibowo, didampingi Kepala Bidang Perekonomian dan SDA, Andi Kusmayadi, S.Pi, Rabu (27/08/2025), menjelaskan bahwa proses pencanangan KEK Pulau Moyo tengah berlangsung. Meski demikian, infrastruktur di pulau tersebut masih perlu ditingkatkan, terutama fasilitas kesehatan.

 

Selain pariwisata, pemerintah daerah juga menyiapkan peluang investasi di bidang peternakan dan perikanan. Saat ini telah disusun dokumen kelayakan finansial investasi sapi senilai Rp 510 miliar oleh PT Sucofindo.

Di sektor perikanan, Pemkab menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan central aqua culture, pabrik ikan, dan cold storage. Tercatat ada 67 perusahaan yang membutuhkan fasilitas tersebut, dengan dukungan gerbang kepabeanan di Pelabuhan Badas.

 

Kepala Bappeda menambahkan, bahwa percepatan pengembangan KEK SAMOTA juga difokuskan pada penyelesaian Jalan Samota sepanjang 1,2 kilometer serta pembangunan Dermaga Ai Bari/ Lu’ Ai.

 

Jalan Samota disebut sebagai tulang punggung akses darat yang menghubungkan kawasan inti pengembangan dengan pusat Kota Sumbawa Besar.

Masih menurut Dr. Dedi, Penyelesaian ruas jalan ini akan memperlancar konektivitas, mempercepat arus logistik, sekaligus membuka akses wisatawan menuju Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora.

 

Sementara Dermaga Ai Bari/Lu’ Ai direncanakan menjadi pintu gerbang maritim menuju KEK SAMOTA. “Dermaga tersebut akan mendukung aktivitas perikanan tangkap, budidaya, hingga pariwisata bahari, sekaligus menghubungkan jalur laut dengan pusat industri pengolahan hasil laut, cold storage, serta distribusi produk ke pasar domestik maupun ekspor,” ungkapnya.

 

Dengan dukungan transportasi darat dan laut yang saling terintegrasi, kawasan SAMOTA diyakini akan memiliki ekosistem logistik yang efisien. Hal ini diharapkan mampu mendorong hilirisasi sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata, sekaligus menarik minat investor dalam dan luar negeri.

 

Penyelesaian Jalan Samota dan Dermaga Ai Bari/Lu’ Ai menjadi langkah awal transformasi kawasan SAMOTA menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat.

“Infrastruktur yang handal akan menciptakan kepercayaan investor, memperkuat daya tarik wisata, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *