Sumbawa, Bintangtv.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS), yang digelar di Ruang Rapat Hotel Transit, Sumbawa, Kamis (09/04/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, jajaran OPD, serta berbagai pihak terkait.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa FGD ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan menyinkronkan kebijakan antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat dalam pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar berbagai program yang telah dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menginisiasi sejumlah kebijakan strategis, seperti pencegahan illegal logging serta program penanaman kembali melalui gerakan Sumbawa Hijau Lestari. Upaya tersebut, lanjutnya, membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak agar semakin optimal dan berkelanjutan.
Bupati juga menyampaikan bahwa keberhasilan program agroforestri tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap Kabupaten Sumbawa dapat menjadi contoh dalam implementasi program agroforestri yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, Bupati Sumbawa juga telah mengeluarkan kebijakan berupa larangan penanaman jagung di kawasan hutan, perhutanan sosial, dan tanah negara. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kerusakan lingkungan akibat penggundulan hutan yang dapat memicu sedimentasi dan berkurangnya sumber mata air.
Ia mencontohkan kondisi di kawasan pegunungan di atas Bendungan Beringin Sila yang berpotensi mengalami sedimentasi apabila tidak dijaga kelestariannya. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan demi keberlanjutan sumber daya alam.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam setiap program pembangunan lingkungan. Ia optimistis, dengan kerja sama yang baik, berbagai upaya yang dilakukan akan memberikan hasil yang berkelanjutan dan menjadikan Sumbawa sebagai daerah yang unggul, maju, dan sejahtera. (01)












