KSB

Tingkatkan Produktivitas Petani Lingkar Tambang, PT Amman Dorong Perubahan Pola Tanam Organik

36
×

Tingkatkan Produktivitas Petani Lingkar Tambang, PT Amman Dorong Perubahan Pola Tanam Organik

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|BintangTV.id-PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT Amman) terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah lingkar tambang melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan pertanian organik dengan metode System of Rice Intensification (SRI) yang dinilai mampu meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Program ini dilaksanakan di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, bekerja sama dengan Aliksa Organik SRI Consultant, serta melibatkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat yang dilaksanakan pada,(11/4/2026).

iklan

Dalam uji coba pada lahan seluas 1 hektare, penerapan pola tanam organik menunjukkan hasil yang signifikan. Produktivitas panen dilaporkan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan metode konvensional.

Salah seorang petani Desa Benete, Umar, mengaku awalnya ragu dengan metode pertanian organik. Namun, keraguan tersebut berubah setelah melihat hasil panen.

“Awalnya kami pesimis dengan metode ini, tetapi setelah melihat hasilnya, ternyata sangat luar biasa. Produktivitas meningkat bahkan sampai dua kali lipat dalam satu kali panen,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Presedium pertanian Organik Kecamatan Maluk Hamzah Hasan, menekankan bahwa keberhasilan pertanian organik tidak terletak pada jenis bibit, melainkan pada metode penanaman yang diterapkan.

“Kunci keberhasilan bukan di bibit, tetapi pada metode penanaman. Salah satunya adalah penggunaan satu benih dengan jarak tanam sekitar 30 sentimeter,” jelasnya.

Sementara itu, Reza, seorang petani milenial asal Maluk, mengaku tertarik mengembangkan pertanian organik karena lebih mandiri dan tidak bergantung pada bahan kimia.

“Awalnya untuk kebutuhan pribadi, tetapi saya melihat pertanian organik ini penting dikembangkan karena tidak bergantung pada bahan kimia. Saya ingin menerapkannya lebih luas di lingkungan saya,” katanya.

Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maluk, Samsudin Majid, juga mendukung penuh program tersebut. Ia mengaku tertarik bergabung setelah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah desa dan melihat potensi besar dari metode pertanian organik.

“Selain hasilnya bagus, biaya produksi juga lebih rendah karena tidak perlu membeli pupuk kimia. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pertanian organik itu menguntungkan,” ungkapnya.

Menurut Samsudin, respons masyarakat terhadap pertanian organik semakin positif. Bahkan, warga yang sebelumnya meragukan kini mulai tertarik dan ingin mencoba metode tersebut.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong kemandirian petani, menjaga kelestarian lingkungan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Dengan pendekatan berbasis pendampingan dan kolaborasi, PT Amman optimistis pertanian organik dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi sektor pertanian di Sumbawa Barat.(02)