Hukum Kriminal

Warga Lape Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan di Persawahan, Korban Dilaporkan Hilang Sejak 19 Oktober

18
×

Warga Lape Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan di Persawahan, Korban Dilaporkan Hilang Sejak 19 Oktober

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Warga Dusun Batu Praga, Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di area persawahan Orong Sakarung, Jumat (23/10/2026) dini hari. Korban diketahui merupakan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak empat hari lalu.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Lape IPTU Sumarlin, S.H., mengungkapkan bahwa korban berinisial N (68), seorang petani asal Dusun Bree, Desa Sapugara, Kecamatan Brang Rea.

iklan

Korban dilaporkan hilang sejak Senin (19/10/2026), saat menghadiri resepsi pernikahan keponakannya di Kecamatan Lape.

Mayat korban pertama kali ditemukan seorang warga berinisial JSS (47) sekitar pukul 00.35 WITA. Saat itu, saksi sedang menyusuri area persawahan untuk mencari ternak sapi dan kerbau miliknya.

Ketika melintasi lahan persawahan milik warga, saksi mencium bau busuk yang menyengat. Setelah ditelusuri, ia mendapati tubuh seorang perempuan dalam posisi tengkurap di tengah lahan dengan kondisi telah membusuk.

Saksi kemudian segera melaporkan penemuan tersebut kepada petugas piket Polsek Lape dan Puskesmas Lape.

Menerima laporan itu, personel Polsek Lape bersama tim medis Puskesmas Lape langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Lape. Petugas juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Sumbawa untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah jasad dievakuasi, petugas mengenali identitas korban yang sebelumnya tercatat dalam laporan orang hilang. Pihak keluarga kemudian dihubungi untuk mendampingi proses pemeriksaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim dokter Puskesmas Lape, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.

Kondisi jasad telah mengalami pembusukan dan terdapat lebam mayat di sekujur tubuh. Tim medis juga menemukan luka terbuka di bagian kanan mulut korban.

Namun, akibat kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan lanjut, tanda-tanda kekerasan fisik tidak dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan visual.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat pikun atau demensia. Korban mendadak menghilang dari lokasi resepsi pernikahan keponakannya empat hari sebelum ditemukan.

Setelah keluarga menyelesaikan administrasi penolakan autopsi, jenazah diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan secara layak.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat, sementara penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan luar tersebut. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *