Politik pemerintahan

Rakerda TP PKK Sumbawa Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Fokus Keluarga Berkualitas dan Perlindungan Generasi Muda

19
×

Rakerda TP PKK Sumbawa Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Fokus Keluarga Berkualitas dan Perlindungan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA, Bintangtv.id – Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 dengan mengusung tema sinergi gerakan PKK dalam mendukung keluarga berkualitas menuju Sumbawa Maju, Unggul dan Sejahtera.

Rakerda berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai 3, Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (31/10/2026).

iklan

Kegiatan yang diikuti pengurus TP PKK tingkat kabupaten hingga kecamatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Bank NTB Syariah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Keluarga Berencana (KB), serta Satgaswil NTB Densus 88 AT Polri.

Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, didampingi Sekretaris TP PKK, Ir. Irin Wahyu Indarni, di lokasi Rakerda, menjelaskan bahwa Rakerda menjadi momentum memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah seluruh kader PKK dalam menjawab berbagai persoalan keluarga dan masyarakat.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pendampingan calon pengantin pemohon dispensasi kawin. “Dalam pemaparan narsum, dijelaskan bahwa pengajuan dispensasi kawin memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari keterbatasan ekonomi, kehamilan di luar perkawinan, lemahnya komunikasi antara anak dan orang tua, hingga konflik dan kekerasan dalam keluarga,” katanya.

Karena itu, lanjut Hj. Ida, pendampingan melalui DP2KBP3A dan Puspaga tidak boleh sekadar menjadi pemenuhan persyaratan administrasi. Konseling harus mampu memberikan edukasi mengenai kesiapan emosional, kematangan sosial, tanggung jawab perkawinan, kesiapan ekonomi, kesehatan, serta keberlanjutan pendidikan.

PKK juga diharapkan berperan memperkuat komunikasi dalam keluarga, mendampingi anak mengambil keputusan, serta menghubungkan keluarga dengan layanan konseling dan pendampingan yang tepat.

Selain persoalan keluarga, lanjut Ketua PKK, Rakerda juga membahas penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, memaparkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengembalikan anak-anak yang putus sekolah maupun belum pernah mengenyam pendidikan ke jalur pendidikan.

Faktor ekonomi, pernikahan usia anak, rendahnya motivasi, keterbatasan akses geografis, serta kurangnya dukungan keluarga menjadi sejumlah penyebab anak tidak sekolah. Pemerintah mendorong pendataan berkelanjutan, pencegahan putus sekolah, serta pemanfaatan program pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.

Dari sektor perbankan, Bank NTB Syariah memberikan edukasi mengenai keamanan siber (cyber security) untuk melindungi uang dan data keluarga dari berbagai modus penipuan digital. Masyarakat diingatkan agar tidak mudah memberikan akses pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, mengingat pelaku kejahatan kini memanfaatkan teknologi, termasuk identitas dan suara tiruan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, materi kesehatan menyoroti pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Rakerda juga menghadirkan edukasi dari Densus 88 AT Polri mengenai bahaya radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan. Perhatian khusus diberikan terhadap perkembangan paham ekstrem di ruang digital yang dapat menyasar kalangan remaja, termasuk melalui komunitas daring yang mengagungkan tindak kejahatan dan kekerasan.

“Melalui berbagai materi tersebut, kader PKK diharapkan semakin memahami persoalan yang dihadapi keluarga, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan ekonomi, perlindungan anak hingga ancaman kejahatan digital dan radikalisme,” tegasnya.

Ditambahkan, Rakerda ini sekaligus menegaskan bahwa gerakan PKK tidak hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan penggerak perubahan di tengah masyarakat.

“Dengan sinergi lintas sektor hingga tingkat kecamatan dan desa, PKK diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya Sumbawa yang Maju, Unggul dan Sejahtera,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *