SUMBAWA, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa berencana menyiapkan Gedung Wanita sebagai calon venue cabang olahraga (cabor) pickleball untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB-NTT 2028. Gedung tersebut diproyeksikan menjadi lapangan pickleball baru berstandar internasional guna mendukung penyelenggaraan PON sekaligus membuka peluang Sumbawa menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga tingkat internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat mendampingi visitasi tim pusat pickleball di Kabupaten Sumbawa, Rabu (28/10/2026).
Bupati Jarot menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendukung penuh pelaksanaan PON 2028 di daerahnya, termasuk kesiapan empat cabang olahraga yang direncanakan berlangsung di Sumbawa, yakni panahan, pickleball, grasstrack, dan tarung derajat.
Khusus untuk pickleball, tim visitasi telah meninjau tiga lokasi calon venue, yakni Lapangan Sumer Bater, kawasan Samota, dan Gedung Wanita. Berdasarkan hasil peninjauan awal, Gedung Wanita menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan untuk pengembangan fasilitas olahraga tersebut.
“Dari tiga lokasi yang dikunjungi, yakni Lapangan Sumer Bater, Samota, dan Gedung Wanita, dari sisi strategis, area parkir, dan luas lahan, Gedung Wanita dinilai lebih memungkinkan berdasarkan pengamatan tim yang datang,” ujar Bupati.
Menurut Jarot, Pemkab Sumbawa ingin menyiapkan fasilitas yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan PON 2028, tetapi juga dapat digunakan untuk berbagai kejuaraan olahraga pada masa mendatang.
Ia menyebutkan, peluang penyelenggaraan kejuaraan internasional di Sumbawa menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menyiapkan venue dengan standar yang memadai.
“Tim pusat tadi menyampaikan bahwa kejuaraan internasional berpeluang diadakan di sini. Karena itu, pemerintah daerah akan mendukung persiapannya,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB Pickleball, Susilo, mengatakan pihaknya telah mengunjungi tiga lokasi yang dipersiapkan sebagai calon venue pickleball PON 2028. Dari hasil peninjauan tersebut, Lapangan Sumer Bater dan Gedung Wanita menjadi dua lokasi yang masuk prioritas pembahasan.
Menurut Susilo, Lapangan Sumer Bater masih memungkinkan digunakan dengan sejumlah pembenahan, tetapi pengembangannya dinilai memiliki keterbatasan untuk kebutuhan jangka panjang. Sementara itu, Gedung Wanita dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi fasilitas olahraga yang lebih representatif.
“Dengan komitmen Bupati dan melihat lokasi Gedung Wanita ini, saya pikir tempat ini lebih strategis untuk dijadikan venue PON 2028,” ungkap Susilo.
Ia menjelaskan, rencana pengembangan di Gedung Wanita bukan sekadar renovasi lapangan yang sudah ada, melainkan pembangunan lapangan baru. Dengan luas lahan sekitar setengah hektare sebagaimana disampaikan dalam pembahasan, lokasi tersebut dinilai berpotensi memenuhi kebutuhan pengembangan fasilitas pickleball berstandar internasional.
Jika rencana tersebut terealisasi, fasilitas ini diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan pickleball di Indonesia sekaligus mendukung peningkatan prestasi atlet dan penyelenggaraan berbagai kompetisi.
Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, turut mengapresiasi kunjungan dan visitasi teknis pengurus pusat cabang olahraga ke Sumbawa. Ia berharap empat cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan di daerah tersebut dapat memenuhi persyaratan dan memperoleh persetujuan dari pihak berwenang.
“Dengan dilakukannya visitasi teknis ini, kami yakin Kabupaten Sumbawa semakin optimistis siap menjadi tuan rumah yang representatif, aman, dan berstandar nasional untuk pelaksanaan PON XXII Tahun 2028,” pungkasnya.
Bupati Sumbawa didampingi Sekda DR. budi Prasetiyo, Ketua KONI Abdul Rafiq, Asisten 3 Rahman Ansori, Kepala Bapperida, Kabid Olahraga Disparpora.
Pemkab Sumbawa berharap persiapan venue pickleball di Gedung Wanita dapat menjadi bagian dari upaya menyukseskan PON 2028. Lebih jauh, pembangunan fasilitas olahraga tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, mendorong pembinaan atlet daerah, serta membuka peluang pengembangan sport tourism di Kabupaten Sumbawa. (01)












