Umum

PWI Pusat Tekankan Profesionalisme Wartawan, OKK Jadi Penguatan Kompetensi dan Integritas Pers

8
×

PWI Pusat Tekankan Profesionalisme Wartawan, OKK Jadi Penguatan Kompetensi dan Integritas Pers

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA, Bintangtv.id – Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, dari Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI H. Djoko Tetuko, menegaskan pentingnya profesionalisme, kompetensi, dan integritas dalam menjalankan profesi kewartawanan. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menghasilkan berita berkualitas, tetapi juga harus menjaga martabat profesi serta bertanggung jawab terhadap setiap informasi yang disampaikan kepada publik.

 

iklan

Penegasan tersebut disampaikan Djoko Tetuko saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI se-Pulau Sumbawa di Aula Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (25/10/2026).

 

Menurut Djoko, perkembangan dunia pers setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers membawa tantangan tersendiri bagi insan jurnalistik. Pertumbuhan jumlah wartawan harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, pemahaman kode etik jurnalistik, serta kesadaran terhadap tanggung jawab profesi.

 

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mengikuti OKK PWI se-Pulau Sumbawa. Kegiatan yang diselenggarakan PWI Kabupaten Sumbawa pada 24–25 Oktober 2026 tersebut diikuti 51 peserta dari berbagai wilayah di Pulau Sumbawa.

 

Djoko menjelaskan, OKK merupakan bagian penting dari upaya memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pemahaman wartawan terhadap prinsip-prinsip dasar jurnalistik dan keorganisasian PWI.

 

Ia juga menyinggung Piagam Palembang yang berkaitan dengan penguatan profesionalisme pers, termasuk penerapan standar kompetensi wartawan dan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

 

Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan mendasar agar wartawan mampu menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang. Karena itu, pembekalan melalui OKK diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan pers.

 

“Menjadi wartawan bukan sekadar menjalankan profesi, tetapi juga memikul tanggung jawab besar melalui setiap tulisan yang dihasilkan. Martabat profesi harus dijaga, begitu pula komitmen terhadap kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.

 

Djoko menambahkan, peserta OKK akan mendapatkan 14 materi pembekalan yang mencakup berbagai aspek kewartawanan dan keorganisasian. Materi tersebut diharapkan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai profesi wartawan, termasuk jenjang kompetensi wartawan muda, madya, dan utama.

 

Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan memahami sejarah perjuangan PWI, kode etik jurnalistik, serta peran dan tanggung jawab pers dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

Lebih lanjut, Djoko mengingatkan bahwa tidak semua fakta harus diberitakan. Wartawan perlu memiliki pertimbangan jurnalistik yang matang dalam menentukan informasi yang layak dipublikasikan, dengan tetap mengedepankan kepentingan publik.

 

Menurutnya, setiap produk jurnalistik harus melalui proses yang bertanggung jawab, mulai dari pengumpulan informasi, verifikasi fakta, hingga penyajian berita secara akurat dan berimbang.

 

Prinsip tersebut menjadi penting agar pers tetap dipercaya masyarakat serta mampu menjalankan fungsinya sebagai penyampai informasi, kontrol sosial, dan sarana edukasi publik.

 

Pelaksanaan OKK PWI se-Pulau Sumbawa ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen insan pers dalam meningkatkan kualitas karya jurnalistik, menjaga independensi, serta menjunjung tinggi kode etik profesi.

 

Dengan demikian, wartawan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi juga tetap menjadikan integritas dan kepentingan masyarakat sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *