Umum

Ketua PWI Sumbawa: OKK Bukan Sekadar Organisasi, Wartawan Harus Jaga Kode Etik dan Kualitas Berita

6
×

Ketua PWI Sumbawa: OKK Bukan Sekadar Organisasi, Wartawan Harus Jaga Kode Etik dan Kualitas Berita

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA, Bintangtv.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, SH, menegaskan bahwa Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) bukan sekadar kegiatan untuk mengenal organisasi, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen wartawan dalam menjaga profesionalisme, integritas, dan kode etik jurnalistik.

 

iklan

Hal tersebut disampaikan Zainuddin saat memberikan sambutan dalam kegiatan OKK PWI se-Pulau Sumbawa yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan PWI Kabupaten Sumbawa pada 24–25 Oktober 2026 tersebut diikuti 51 peserta dari berbagai wilayah di Pulau Sumbawa.

 

Zainuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan OKK dapat terlaksana dengan baik.

 

Menurutnya, pelaksanaan OKK se-Pulau Sumbawa menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman wartawan terhadap organisasi PWI sekaligus meningkatkan kualitas dalam menjalankan profesi jurnalistik.

 

Ia menekankan bahwa menjadi anggota PWI bukan hanya tentang status keanggotaan dalam organisasi, melainkan juga menyangkut komitmen untuk menjunjung tinggi etika profesi dan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

 

“Menjadi anggota PWI bukan sekadar menjadi bagian dari organisasi, tetapi juga merupakan komitmen untuk menjaga profesionalisme dan kode etik jurnalistik. Wartawan dituntut mampu menghasilkan tulisan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

 

Zainuddin menilai, di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat, wartawan menghadapi tantangan besar untuk tetap menjaga akurasi, keberimbangan, dan kredibilitas pemberitaan.

 

Karena itu, wartawan harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional. Kecepatan menyampaikan informasi, menurutnya, perlu diimbangi dengan ketelitian dalam memeriksa fakta dan memastikan kebenaran informasi sebelum dipublikasikan.

 

Ia juga mengajak seluruh peserta OKK untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan memperdalam pengetahuan tentang dunia kewartawanan serta memahami tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi profesi.

 

Zainuddin berharap, materi yang diterima selama kegiatan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga wartawan semakin memahami pentingnya kode etik jurnalistik, independensi, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

 

Selain itu, ia mendorong para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan melalui berbagai pelatihan dan kegiatan peningkatan kompetensi. Langkah tersebut dinilai penting agar insan pers mampu menghasilkan karya jurnalistik yang informatif, edukatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan publik sekaligus mendukung kemajuan daerah melalui pemberitaan yang akurat dan konstruktif.

 

Namun, peran tersebut harus dijalankan dengan tetap menjaga independensi pers serta berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap media dapat terus dipelihara.

 

Melalui OKK PWI se-Pulau Sumbawa, Zainuddin berharap lahir wartawan yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen kuat terhadap profesinya.

 

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan PWI sebagai wadah bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pers serta memperkuat kontribusi jurnalistik bagi bangsa, daerah, dan masyarakat. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *