Sumbawa barat|Bintangtv.id-Presiden Trail Indonesia, Law Agwan, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Jelajah Alam Sumbawa Barat (JAS) ke-4 di Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Ia mengaku takjub melihat sebuah desa yang relatif kecil mampu menyelenggarakan event olahraga trail berskala nasional dengan melibatkan sekitar 700 rider dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Law Agwan secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Bank NTB Syariah, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumbawa Barat serta seluruh sponsor dan pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan JAS-4 dapat terlaksana dengan sukses.
Menurut Agwan, dukungan pemerintah daerah, sponsor, panitia, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan sebuah kegiatan berskala besar. Terlebih, penyelenggaraan event olahraga otomotif di daerah membutuhkan kerja sama dan keterlibatan banyak pihak.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, PT Amman, Bank NTB Syariah, IMI KSB, serta seluruh sponsor yang telah mendukung kegiatan ini. Terima kasih juga kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik dan sukses,” ungkap Law Agwan.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para rider yang datang dari berbagai daerah untuk meramaikan JAS-4. Menurutnya, kehadiran ratusan peserta menunjukkan besarnya semangat persaudaraan komunitas trail, khususnya antara komunitas di wilayah barat dan timur Indonesia.
“Untuk seluruh rider, terima kasih sudah berpartisipasi. Saya sangat senang bisa datang ke Sumbawa Barat. Ini merupakan pengalaman pertama saya di sini dan tentunya sangat spesial karena bisa bertemu teman-teman trabaser dari wilayah timur bersama para Raja Tanjakan Indonesia Timur,” ujarnya.
Bagi Law Agwan, penyelenggaraan JAS-4 di Desa Seloto memberikan kesan tersendiri. Ia menilai kemampuan sebuah desa menyelenggarakan kegiatan yang dihadiri ratusan rider dari berbagai wilayah merupakan hal yang patut diapresiasi.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Jorokbu, Desa Seloto, tersebut tidak hanya mempertemukan para pencinta olahraga trail, tetapi juga memperlihatkan potensi daerah dalam menggelar kegiatan otomotif yang mampu menarik perhatian komunitas nasional.
Agwan yang juga dikenal sebagai Founder salah satu event hard enduro internasional Hiu Selatan menilai kegiatan seperti JAS memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi. Event tersebut menjadi ruang silaturahmi, memperkuat persaudaraan antarkomunitas, sekaligus memperkenalkan potensi alam dan pariwisata daerah kepada masyarakat luas.
Kehadiran peserta dari luar daerah juga memberikan kesempatan bagi masyarakat setempat untuk memperkenalkan identitas dan potensi Desa Seloto. Interaksi antara rider dan warga menjadi bagian dari pengalaman yang tidak terpisahkan dari kegiatan tersebut.
JAS-4 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan sejumlah agenda utama. Pada hari pertama, kegiatan diisi kompetisi kategori tanjakan untuk memperebutkan gelar Raja Tanjakan Indonesia Timur.
Memasuki hari kedua, agenda dilanjutkan dengan sesi final perebutan gelar Raja Tanjakan Indonesia Timur 2026 serta penjelajahan jalur alam yang diikuti sekitar 700 rider dari berbagai daerah.
Para peserta diajak menyusuri karakter alam Desa Seloto dan kawasan sekitarnya. Jalur pegunungan, tanjakan terjal, lintasan berbatu, hingga penyeberangan sungai menjadi tantangan yang harus dihadapi para pengendara.
Karakter lintasan tersebut membutuhkan keterampilan teknis, ketahanan fisik, konsentrasi, serta kemampuan membaca medan. Bagi para pencinta olahraga trail, tantangan seperti ini menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan pengalaman berkendara yang berbeda dari jalur pada umumnya.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah figur dalam dunia trail Indonesia, di antaranya lady crosser asal Jawa Barat Intan Aboy dan legenda tanjakan Indonesia, Dzakir.
Pertemuan para rider dari berbagai daerah tersebut menjadikan JAS-4 bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat hubungan dan persaudaraan komunitas trail lintas wilayah.
Lebih jauh, penyelenggaraan JAS-4 memperlihatkan potensi Desa Seloto sebagai salah satu kawasan yang dapat dikembangkan untuk kegiatan wisata berbasis petualangan dan olahraga ekstrem.
Bentang alam pegunungan, jalur menantang, serta lintasan sungai menjadi daya tarik yang dapat diperkenalkan kepada komunitas pencinta alam dan olahraga otomotif dari berbagai daerah.
Kehadiran sekitar 700 rider juga membuka peluang pergerakan ekonomi masyarakat selama kegiatan berlangsung. Aktivitas peserta dan rombongan pendamping berpotensi memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor kuliner, perdagangan, hingga kebutuhan akomodasi dan jasa pendukung lainnya.
Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi sarana promosi yang memungkinkan nama Desa Seloto dan Kabupaten Sumbawa Barat semakin dikenal di luar daerah.
Penyelenggaraan event seperti JAS membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, pihak swasta, komunitas, panitia, dan masyarakat. Dukungan berbagai pihak tidak hanya menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga membuka peluang agar event serupa dapat terus berkembang pada masa mendatang.
Apresiasi yang disampaikan Presiden Trail Indonesia, Law Agwan, menjadi salah satu pengakuan terhadap semangat penyelenggara dan masyarakat Desa Seloto dalam menghadirkan kegiatan berskala nasional.
Melalui JAS-4, Desa Seloto menunjukkan bahwa potensi daerah tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dan komunitas lokal membangun kegiatan yang mempertemukan peserta dari berbagai penjuru Indonesia.(02)












