Sumbawa, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mematangkan persiapan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang diproyeksikan menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah melalui penguatan sektor peternakan dan peningkatan nilai tambah jagung lokal.
Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui kajian kelayakan lokasi dan pengumpulan data teknis yang dilakukan tim konsultan IPB Consulting pada 11–13 Oktober 2026. Survei ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan daerah sebelum rencana pembangunan direalisasikan.
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Lalu Sutarmaji, (17/10/2026), menyampaikan bahwa tahapan persiapan terus dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah terkait.
Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam kajian. Meski demikian, pemerintah daerah belum menetapkan lokasi pembangunan karena masih menunggu hasil kajian kelayakan serta pemenuhan seluruh persyaratan yang berlaku.
Dalam survei lapangan, tim konsultan mengumpulkan berbagai data teknis, mulai dari kondisi dan ketersediaan lahan, potensi peternakan, ketersediaan bahan baku pakan, aksesibilitas, kesesuaian tata ruang, hingga aspek lingkungan.
Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menentukan kelayakan lokasi sekaligus memastikan rencana pengembangan industri ayam terintegrasi dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan.
Persiapan Program HAT ini merupakan tindak lanjut koordinasi Pemkab Sumbawa dengan PT Berdikari terkait rencana pemanfaatan lahan daerah untuk mendukung pengembangan industri ayam terintegrasi.
Program ini memiliki potensi strategis bagi perekonomian Sumbawa. Selain memperkuat rantai usaha peternakan ayam, hilirisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan jagung lokal sebagai bahan baku pakan, sehingga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian.
Apabila terealisasi, program tersebut juga berpeluang membuka lapangan kerja, mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, serta memperkuat keterkaitan antara sektor pertanian dan peternakan.
Pemkab Sumbawa akan terus mengawal proses persiapan melalui koordinasi bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, PT Berdikari, dan pemangku kepentingan lainnya.
Legalitas lahan, kelayakan teknis, kesesuaian tata ruang, serta perlindungan lingkungan menjadi aspek penting yang harus dipastikan sebelum pembangunan dilaksanakan.
Dengan persiapan yang matang, Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera. (01)












