Politik pemerintahan

Bupati Sumbawa Dorong Bantuan Kemiskinan Jadi Usaha Produktif, Pendampingan Diperkuat

5
×

Bupati Sumbawa Dorong Bantuan Kemiskinan Jadi Usaha Produktif, Pendampingan Diperkuat

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi harus diperkuat dengan pemberdayaan ekonomi yang mampu mendorong masyarakat menjadi mandiri dan produktif.

 

iklan

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Workshop Penguatan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) di Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sumbawa Tahun 2026.

 

Workshop tersebut dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, mitra pembangunan internasional, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, kepala perangkat daerah terkait, BAZNAS, akademisi, serta tenaga pendamping.

 

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya memperkuat program pemberdayaan sosial ekonomi di Kabupaten Sumbawa.

 

Menurutnya, pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja bersama melalui penyelarasan program, anggaran, dan pendampingan lintas sektor. Tanpa koordinasi yang kuat, bantuan yang diberikan berisiko belum mampu menghasilkan perubahan signifikan bagi kehidupan masyarakat.

 

“Program pemberdayaan sosial dan ekonomi harus dilaksanakan secara terpadu. Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu dinas atau satu lembaga. Seluruh pihak harus berkolaborasi dan bersinergi agar upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif,” tegasnya.

 

Bupati juga menekankan pentingnya mengarahkan bantuan sosial agar tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi turut membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat.

 

Menurutnya, bantuan untuk kegiatan produktif, meskipun dalam jumlah terbatas, dapat memberikan manfaat jangka panjang apabila disertai perencanaan usaha yang tepat dan pendampingan berkelanjutan.

 

Karena itu, tenaga pendamping memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat mengenali potensi diri, memilih jenis usaha yang sesuai, serta membaca peluang pasar. Pendampingan diharapkan mampu mengubah bantuan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi.

 

Bupati mencontohkan sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bidang yang dapat dikembangkan berdasarkan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Sumbawa.

 

Ia juga mengingatkan bahwa pemberdayaan ekonomi harus dibangun dari hulu hingga hilir. Peningkatan produksi perlu diimbangi dengan akses pasar yang jelas agar produk masyarakat memiliki nilai jual dan tidak menumpuk tanpa pembeli.

 

Produk tenun khas Sumbawa menjadi salah satu contoh usaha lokal yang perlu didukung melalui penguatan kapasitas produksi, kualitas produk, dan pemasaran agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

 

Selain pengembangan usaha, Bupati Jarot menilai partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan. Masyarakat harus dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan program agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil yang dicapai.

 

Prinsip tersebut, lanjutnya, juga dapat diterapkan dalam program penyediaan air bersih dan sanitasi, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun.

 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa pun menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan PPSE, termasuk melalui penguatan tenaga pendamping sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Bupati juga berharap dukungan program pemberdayaan pada 2027 dapat meningkat sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat.

 

“Kolaborasi semua pihak sangat penting. Kita ingin program ini benar-benar memberikan dampak positif dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa, sekaligus mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan produktif,” ungkapnya.

 

Melalui penguatan PPSE, Pemkab Sumbawa berharap upaya penanggulangan kemiskinan semakin terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *