Politik pemerintahan

Tiga Desa di Moyo Hilir Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Sumbawa Perkuat Budaya Data dari Akar Rumput

11
×

Tiga Desa di Moyo Hilir Dicanangkan Jadi Desa Cantik, Sumbawa Perkuat Budaya Data dari Akar Rumput

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan program Satu Data Indonesia melalui pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. (24/4/2026).

 

iklan

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda, Rachman Ansori, dengan menetapkan tiga desa di Kecamatan Moyo Hilir—Desa Poto, Ngeru, dan Moyo Mekar—sebagai Desa Cantik. Acara berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Poto, Kamis (23/4/2026), dan dihadiri sejumlah kepala OPD, Camat Moyo Hilir, kepala desa, serta pihak terkait.

 

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Rachman Ansori, ditegaskan bahwa program Desa Cantik merupakan langkah strategis dalam membangun budaya kerja berbasis data mulai dari tingkat desa. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menempatkan desa sebagai subjek pembangunan.

 

“Program Desa Cantik menjadi pemicu agar setiap perencanaan pembangunan dari desa didukung data yang valid dan terintegrasi dalam sistem nasional,” ujarnya.

 

Ia menekankan bahwa data memiliki peran krusial dalam menentukan arah kebijakan. Ketidaksinkronan data selama ini kerap menimbulkan persoalan, mulai dari tumpang tindih program hingga kebijakan yang tidak tepat sasaran.

 

“Data bukan sekadar angka. Data adalah dasar keputusan. Jika datanya keliru, maka kebijakan pun bisa salah arah,” tegasnya.

 

Menurutnya, desa memiliki posisi strategis sebagai sumber data paling dasar. Namun, masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan belum optimalnya pengelolaan data di tingkat desa.

 

Karena itu, melalui program Desa Cantik, pemerintah bersama BPS akan melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas aparatur desa agar mampu mengelola data secara baik, mulai dari pengumpulan hingga penyajian informasi.

 

Bupati berharap Desa Poto, Ngeru, dan Moyo Mekar dapat menjadi percontohan desa berbasis data di Kabupaten Sumbawa. Ia juga mendorong lahirnya kader statistik desa yang mampu mengelola dan menyajikan data secara informatif.

 

“Saya ingin aparat desa terbiasa membaca data sebelum mengambil keputusan. Bahkan, data harus ditampilkan secara visual di kantor desa agar mudah dipahami masyarakat,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin, menegaskan bahwa program Desa Cantik bukan sekadar pelatihan, tetapi merupakan gerakan perubahan budaya dalam pemanfaatan data untuk pembangunan.

 

Ia mengungkapkan, persoalan utama saat ini adalah belum optimalnya integrasi data antar sistem, sehingga sering terjadi perbedaan data antar instansi yang berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

 

Sebagai langkah konkret, Pemkab Sumbawa dan BPS telah menandatangani MoU Sinergi Menuju Sumbawa Satu Data 2024 sebagai fondasi penguatan ekosistem data yang meliputi standarisasi data, peningkatan kapasitas SDM, serta integrasi sistem.

 

“Desa Cantik menjadi pintu masuk membangun ekosistem data dari bawah, dengan Agen Statistik Desa (ASIK) sebagai penggerak utama di lapangan,” jelasnya.

 

Ia juga mengingatkan agenda penting ke depan, yakni pelaksanaan Sensus Ekonomi pada Mei hingga Agustus 2026. BPS mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang akurat.

 

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BPS, program Desa Cantik diharapkan mampu menjadi fondasi pembangunan berbasis data yang akurat, sekaligus mengantarkan Kabupaten Sumbawa meraih predikat terbaik pada peringatan Hari Statistik Nasional 26 September 2026 mendatang. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *