Sumbawa, Bintangtv.id – Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, menggelar dialog bersama para ulama dan pimpinan pondok pesantren (ponpes) se-Kabupaten Sumbawa di Pendopo Wakil Bupati, Selasa malam (17/03/2026). Pertemuan ini difokuskan pada sinkronisasi program pemerintah daerah dengan kebutuhan riil dunia pesantren dalam mencetak sumber daya manusia berkarakter.
Dalam pengantarnya, Wabup Ansori menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang untuk melahirkan gagasan strategis bagi masa depan Sumbawa.
“Kita ingin ada ide-ide segar. Bagaimana Sumbawa ke depan dan bagaimana pondok pesantren kita semakin maju. Kami sangat mengharapkan saran dan masukan dari para kyai, ulama, ustadz, dan ustadzah untuk pemerintahan Jarot-Ansori,” ujarnya, (17/3)
Di hadapan para pimpinan ponpes, ia juga secara terbuka menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah pemerintah daerah yang masih perlu dituntaskan, salah satunya infrastruktur jalan.
“Jalan di dalam kota saja masih belum baik. Ini menjadi PR kita lima tahun ke depan. Target kita minimal 80 persen jalan dalam kondisi mantap,” jelasnya.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan turut menjadi perhatian serius. Wabup Ansori mengakui masih banyak sekolah di desa, termasuk pondok pesantren, yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.
“Kami terus memikirkan hal ini. Bahkan kritik di media sosial kami jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” tambahnya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Wabup Ansori memohon dukungan dan doa dari para ulama agar program pembangunan dapat berjalan optimal.
“Kami berharap doa para ulama agar amanah yang kami emban dapat dijalankan dengan baik hingga akhir masa jabatan, demi kesejahteraan masyarakat Sumbawa,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen pesantren untuk berperan aktif dalam mendukung program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP), yang dinilai memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, para pimpinan ponpes menyampaikan apresiasi sekaligus komitmen untuk mendukung program pemerintah daerah. Mereka menilai keberlanjutan kepemimpinan Jarot-Ansori akan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Sumbawa.
Dalam dialog tersebut, para pengurus pesantren juga menyampaikan sejumlah aspirasi. Di antaranya harapan adanya alokasi anggaran khusus bagi pondok pesantren dalam APBD, mengingat sebagian besar ponpes masih berada pada kategori ekonomi menengah ke bawah.
Selain itu, mereka mendorong adanya kolaborasi program pertanian dan peternakan dengan pesantren, sehingga lembaga pendidikan tersebut tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mampu menjadi pusat kemandirian ekonomi dan pangan.
Isu kesejahteraan tenaga pendidik turut menjadi perhatian. Para ulama berharap pemerintah tidak hanya fokus pada program untuk siswa, tetapi juga memperhatikan kondisi para guru.
Mereka juga mengusulkan program beasiswa “1 Kecamatan 1 Santri” dengan skema pembiayaan yang melibatkan APBD, CSR perbankan, serta dukungan perusahaan seperti PT Amman Mineral Nusa Tenggara.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wabup Ansori menyatakan komitmennya untuk terus memperhatikan kebutuhan pondok pesantren, termasuk menjajaki dukungan dari kementerian terkait.
“Dari sisi pemerintah daerah, kami tetap menganggarkan meskipun belum bisa menjangkau seluruh ponpes. Namun komitmen kami jelas, pesantren tetap menjadi perhatian,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini telah ada sekitar 100 santri asal Sumbawa yang menempuh pendidikan di luar daerah, termasuk di Banten. Bahkan, ke depan pemerintah daerah berencana menghadirkan terobosan baru.
“Tahun 2027 kita rencanakan membuka Pesantren Mahasiswa. Jadi bukan hanya tingkat SD, SMP, dan SMA, tetapi juga untuk mahasiswa,” ungkapnya, yang disambut antusias para peserta.
Dialog tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren dalam membangun Sumbawa yang lebih maju dan berdaya saing. (01)












