Politik pemerintahan

NTB dan ID FOOD Teken Kesepakatan Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi, Sumbawa Jadi Lokasi Strategis

30
×

NTB dan ID FOOD Teken Kesepakatan Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi, Sumbawa Jadi Lokasi Strategis

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Bintangtv.id— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID FOOD) resmi menandatangani kesepakatan bersama terkait pengembangan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di wilayah NTB.

 

iklan

Penandatanganan tersebut berlangsung di Jakarta pada Senin (9/3/2026), sebagai tindak lanjut dari kegiatan ground breaking investasi yang sebelumnya digelar pada 6 Februari 2026 di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa.

 

Kesepakatan ini ditandatangani oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Ghimoyo.

 

Dalam kerja sama ini, kedua pihak sepakat membangun sistem industri peternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program ini mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari pembibitan, penetasan, pengolahan hingga produksi pakan ternak.

 

Pengembangan kawasan industri peternakan terintegrasi akan memanfaatkan sejumlah lokasi strategis di NTB. Di antaranya BPTHMT Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa yang akan difungsikan sebagai lokasi kandang Parent Stock (PS) dan hatchery atau penetasan telur.

 

Selain itu, Desa Bage Tango, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa direncanakan sebagai lokasi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas pengolahan produk ayam. Sementara itu, wilayah Woja, Kabupaten Dompu akan dikembangkan sebagai lokasi pabrik pakan ternak guna mendukung keberlanjutan produksi.

 

Melalui pengembangan kawasan terintegrasi ini, diharapkan rantai produksi peternakan ayam di NTB dapat berjalan lebih efisien serta memberikan nilai tambah bagi sektor peternakan daerah.

 

Kegiatan penandatanganan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari pemerintah pusat, daerah, serta pihak perusahaan. Dari Kementerian Pertanian RI hadir Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. Agung Suganda, M.Si, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Dr. drh. Makmun, M.Sc, serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Ali Agus.

 

Dari Pemerintah Provinsi NTB turut hadir Kepala Bappeda Baiq Nelly Yuniarti dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Muhamad Riadi. Sementara dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa hadir Bupati Syarafuddin Jarot bersama jajaran terkait.

 

Dari pihak ID FOOD, selain Direktur Utama Ghimoyo, juga hadir Direktur Komersial Dwi Sutoro serta Direktur Utama PT Berdikari Maryadi. Kegiatan ini turut didukung tenaga ahli di bidang peternakan dan hilirisasi industri, termasuk Prof. Sahrul Bosang.

 

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, program ini sejalan dengan program unggulan Jarot–Ansori, khususnya dalam mendorong industrialisasi produk daerah dan peningkatan investasi.

 

Pengembangan industri peternakan ayam terintegrasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta memperkuat sektor pangan daerah.

 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa proses pengembangan investasi ini dilakukan secara bertahap melalui kajian teknis dan kerja sama antar pihak. Penandatanganan kesepakatan ini merupakan tahap awal yang akan dilanjutkan dengan perjanjian operasional dan penyusunan skema pelaksanaan.

 

Melalui keterbukaan informasi ini, pemerintah berharap masyarakat dapat mengetahui perkembangan investasi yang sedang berjalan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen transparansi publik. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *