Headline

Hujan 5 Jam Tanpa Henti, 74 Rumah di Desa Gapit Empang Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

126
×

Hujan 5 Jam Tanpa Henti, 74 Rumah di Desa Gapit Empang Terendam Banjir Setinggi 1 Meter

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id– Banjir kembali melanda wilayah selatan Kabupaten Sumbawa. Kali ini, Desa Gapit, Kecamatan Empang, diterjang genangan air setinggi hingga satu meter setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama lebih dari lima jam, Sabtu (31/01/2026).

 

iklan

Air mulai naik sekitar pukul 17.00 WITA dan dengan cepat menggenangi jalan raya utama serta permukiman warga. Debit air yang terus bertambah membuat sejumlah rumah terendam cukup dalam.

 

Pada pukul 20.00 WITA, tinggi air tercatat mencapai 80 sentimeter di beberapa titik, bahkan mendekati satu meter di lokasi terparah. Kondisi tersebut menyebabkan puluhan rumah warga kemasukan air dan sebagian mengalami kerusakan ringan.

 

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Sumbawa, sebanyak 74 rumah terendam banjir. Dari jumlah tersebut, 15 rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian dinding dan lantai. Selain permukiman, saluran drainase di pinggir jalan raya dilaporkan tersumbat sehingga tidak mampu mengalirkan air dengan baik.

 

“Informasi awal kita dapat dari Kepala Desa Gapit, Aman,” kata Kalak BPBD, M. Nurhidayat, (31/1/2026).

 

Ia merincikan warga terdampak terbanyak berada di RT 05 dan RT 07 RW 02 Dusun Gapit sebanyak 30 kepala keluarga, serta di RT 01 RW 01 Dusun Gapit Timur.

 

Selama banjir berlangsung, pemerintah desa bersama Babinsa dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Warga memasang karung penahan air di depan rumah, sekaligus mengevakuasi barang elektronik dan barang berharga ke tempat yang lebih aman.

 

“Warga bergotong royong supaya air tidak masuk lebih dalam ke rumah. Barang-barang penting langsung diamankan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang melebihi kapasitas sungai, ditambah saluran air di pinggir jalan yang tersumbat. Selain itu, perkembangan permukiman yang belum didukung sistem drainase memadai turut memperparah genangan.

 

Sementara itu, pemerintah desa berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa segera turun melakukan pendataan korban serta langkah penanganan lanjutan.

 

“Kami berharap BPBD bisa segera membantu pendataan dan penanganan, agar warga cepat mendapatkan bantuan,” kata Aman, kades setempat.

 

Meski tidak ada korban jiwa, warga diimbau tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Empang dan sekitarnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *