Sumbawa, Bintangtv.id – Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengerjakan sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Sumbawa melalui Tim Reaksi Cepat (TRC). Langkah percepatan ini merupakan bagian dari program yang digagas Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk meningkatkan pelayanan infrastruktur jalan di daerah.
Salah satu pekerjaan prioritas yang mulai dilaksanakan adalah peninggian struktur ruas Jalan Sultan Kaharuddin yang berada tepat di depan Kompleks RSUD Sumbawa. Pekerjaan diawali dengan mobilisasi alat berat guna memastikan proses konstruksi berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa, Mustafa, ST., MT., mengatakan pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia agar pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin.
“Kami tidak ingin pekerjaan terhambat atau hasilnya tidak maksimal karena keterlambatan pelaksanaan. Oleh karena itu, kami mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia dan memantau langsung di lapangan agar peninggian struktur jalan ini selesai sesuai kualitas yang direncanakan serta dapat segera dimanfaatkan dengan aman oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Sebagai bentuk komitmen percepatan, Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi NTB mengerahkan sejumlah alat berat, di antaranya motor grader untuk meratakan permukaan dan struktur dasar jalan serta backhoe loader yang digunakan untuk penggalian, pemindahan material, dan persiapan area kerja.
Selain peninggian Jalan Sultan Kaharuddin, TRC juga memprioritaskan perbaikan kerusakan jalan atau patching pada ruas Pal IV–Lenangguar. Ruas tersebut merupakan jalur penghubung penting yang menopang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah tersebut.
Pekerjaan strategis lainnya adalah pembangunan jembatan pelat beton di Desa Batu Bangka Prajak pada ruas Simpang Negara Moyo menuju Lua Air. Proyek ini menjadi prioritas setelah bencana hujan ekstrem pada akhir tahun 2025 menyebabkan sejumlah ruas jalan provinsi mengalami longsor bahkan terputus, sehingga menghambat akses transportasi, pelayanan publik, hingga distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian masyarakat.
Mustafa menegaskan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada percepatan, tetapi juga mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan ketahanan infrastruktur terhadap bencana.
“Kami sadar bahwa infrastruktur jalan dan jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Kerusakan akibat cuaca ekstrem harus ditangani dengan konstruksi yang lebih kuat agar kejadian terputusnya akses jalan seperti tahun lalu tidak terulang kembali,” tegasnya.
Ia menjelaskan, peninggian ruas Jalan Sultan Kaharuddin sebelumnya telah dibahas dalam rapat koordinasi pada 26 Juni 2026 di Ruang Rapat Asisten II Setda Kabupaten Sumbawa. Dalam rapat tersebut disepakati pembangunan jalan dengan konsep dua lajur, sementara tahap awal peninggian struktur menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas PUPRPKP.
Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa juga mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan. Selama proses berlangsung, akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek demi menjaga keselamatan dan kelancaran pekerjaan.
Seluruh kegiatan pemeliharaan dan pembangunan jalan strategis tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat sehingga dapat kembali memberikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat di Kabupaten Sumbawa. (01)












