Headline

Freeport Indonesia Tanam 1,5 Juta Bibit Mangrove di NTB, Labuhan Alas Jadi Bagian Program Restorasi Nasional

6
×

Freeport Indonesia Tanam 1,5 Juta Bibit Mangrove di NTB, Labuhan Alas Jadi Bagian Program Restorasi Nasional

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Komitmen mendukung pemulihan ekosistem pesisir terus diperkuat melalui program penanaman mangrove. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) melaksanakan penanaman mangrove di kawasan pesisir Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Selasa (7/7/2026).

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove di luar wilayah operasional perusahaan merupakan implementasi Persetujuan Teknis (PERTEK) tentang Restorasi Ekosistem Mangrove yang menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program nasional pemulihan lingkungan.

iklan

Ia menjelaskan, pada Juni 2023 PTFI bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Melalui kerja sama tersebut, PTFI berkomitmen mendukung restorasi mangrove seluas 2.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia di luar area operasional perusahaan.

“Hingga periode 2023–2026, kami telah berhasil melakukan penanaman mangrove seluas 667 hektare yang tersebar di delapan provinsi, yakni Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung, Bali, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan,” ujar Tony.

Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Barat, PTFI telah merealisasikan penanaman mangrove seluas 484 hektare yang dilakukan dalam dua tahap, yakni 193 hektare pada 2025 dan 291 hektare pada 2026.

Jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizophora sp. dengan pola tanam berjarak 2×2 meter dan 3×1 meter. Secara keseluruhan, sebanyak 1.542.943 bibit mangrove telah ditanam di wilayah NTB.

Tony menjelaskan, mangrove dipilih karena memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon jauh lebih tinggi dibandingkan banyak jenis pohon daratan, sehingga berperan penting dalam upaya pengendalian perubahan iklim dan penurunan emisi karbon.

Selain itu, ekosistem mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut, seperti ikan, kepiting, udang, dan organisme pesisir lainnya yang mendukung keberlanjutan sektor perikanan.

“Manfaat mangrove bukan hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir karena menjadi tempat berkembang biaknya berbagai biota laut yang memiliki nilai jual,” jelasnya.

Untuk memastikan keberhasilan program, Tony menegaskan bahwa pemeliharaan kawasan mangrove akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Melalui kolaborasi tersebut diharapkan seluruh bibit yang telah ditanam dapat tumbuh optimal sehingga memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, meningkatkan ketahanan terhadap abrasi, maupun mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *