Sumbawa, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya menekan angka stunting yang masih cukup tinggi, yakni mencapai 29,8 persen.
Meski dikenal sebagai daerah penghasil pangan dan penyangga ketahanan pangan nasional, kasus stunting di Sumbawa menunjukkan bahwa persoalan ini tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga faktor lain seperti pola asuh dan keseimbangan hormon pertumbuhan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Nur Atika, Sabtu (1/11/2025) menjelaskan bahwa kondisi stunting atau gagal tumbuh tidak sepenuhnya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi.
“Bahkan kekurangan makan, khususnya karbohidrat, dapat memicu kondisi tubuh yang justru merangsang pelepasan hormon pertumbuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hormon pertumbuhan atau growth hormone memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. Namun, aspek ini belum banyak mendapat perhatian dalam kebijakan pencegahan stunting, yang selama ini lebih fokus pada pemenuhan gizi semata.
“Padahal pelepasan hormon pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh faktor lain seperti keseimbangan emosi, pola tidur, hingga pola asuh orang tua,” jelasnya.
Nur Atika juga menekankan pentingnya pengaturan pola makan yang sehat bagi ibu hamil.
Ia menyarankan agar waktu makan dan tidur diatur dengan jarak minimal empat jam untuk memberi kesempatan tubuh mengalami kondisi hipoglikemia yang bisa merangsang pelepasan hormon pertumbuhan secara alami.
Menurutnya, upaya menurunkan stunting di Sumbawa harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Edukasi kepada orang tua menjadi kunci penting dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang seimbang sekaligus pola asuh yang baik.
“Pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan program gizi. Harus ada pendekatan menyeluruh yang memperhatikan aspek hormon pertumbuhan, kebiasaan makan, dan kesehatan mental keluarga,” tandasnya.
Dengan potensi pertanian, peternakan, dan perikanan yang besar, Pemkab Sumbawa optimistis angka stunting dapat ditekan secara bertahap.
Pemerintah daerah bersama dinas terkait juga tengah menyusun strategi berbasis keluarga dan desa untuk memastikan anak-anak Sumbawa tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. (01)












