Sumbawa, Bintangtv.id – Dari total 157 desa di Kabupaten Sumbawa, baru 17 desa yang resmi terbentuk sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa mengaku, pada tahun 2025 hanya dua desa tambahan yang akan dibentuk menjadi Destana.
“Sudah 17 Destana yang terbentuk, dan untuk tahun 2025 ada dua desa yang akan kita bentuk, yaitu Desa Rhee Loka di Kecamatan Rhee dan Desa Labuhan Jambu di Kecamatan Tarano,” kata Kepala Pelaksana BPBD Muhammad Nurhidayat, (31/10/2025).
Kalak menjelaskan, pembentukan Destana bertujuan agar setiap desa memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi bencana. Nantinya, sebanyak 30 orang anggota di setiap Destana akan mendapatkan pelatihan dan pembinaan agar mampu melakukan penanganan awal sebelum bantuan datang dari pihak lain.
“Destana ini kita bina supaya ketika terjadi bencana, mereka sudah tahu langkah apa yang harus dilakukan. Minimal bisa melakukan penanganan awal dan meminimalisir kerugian yang timbul,” ujarnya.
Ia menegaskan, penetapan sebuah desa sebagai Destana tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan hasil pemetaan risiko bencana. Seperti halnya Desa Rhee Loka yang dinilai rawan banjir dan hampir setiap musim hujan selalu terdampak.
“Ada kriterianya, tidak bisa serta-merta menetapkan Destana. Kita tetap mengacu pada potensi dan kronologis kebencanaan yang dikhawatirkan terjadi,” jelasnya.
Selain membentuk Destana baru, BPBD Sumbawa juga terus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi. Upaya ini diharapkan dapat menekan dampak kerugian baik secara materil maupun korban jiwa akibat bencana.
“Kami akan terus mengedepankan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana, sekaligus meminimalisir kerugian yang mungkin timbul,” pungkasnya. (01)












