Politik pemerintahan

Sumbawa Siapkan 2.000 Hektare Lahan untuk Ekstensifikasi Tambak Garam 

103
×

Sumbawa Siapkan 2.000 Hektare Lahan untuk Ekstensifikasi Tambak Garam 

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id- Pemkab Sumbawa, memastikan lahan seluas 2.000 hektare untuk program ekstensifikasi tambak garam rakyat sudah siap dan telah dikeluarkan dari status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB) untuk mendukung program swasembada garam.

 

iklan

“Status lahannya sudah tidak ada masalah, karena di revisi RTRW hal itu yang menjadi poin pokok untuk kita selesaikan dalam mendukung program swasembada garam,” kata Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S. Si, M. Si, Sabtu (01/11/2025).

 

Penyiapan lahan ini dilakukan pemerintah dalam rangka mendorong terbentuknya kawasan sentra industri garam rakyat. Pemerintah juga akan terus mendorong agar ekstensifikasi garam ini juga masuk menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) untuk wilayah timur

 

“Penyiapan lahannya kami lakukan menindaklanjuti kunjungan Dirjen Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) A Koswara, bulan Mei tahun 2025 lalu yang akan menjadikan Sumbawa sebagai sentra industri garam di wilayah timur,” ujarnya.

 

Dr. Dedy mengatakan, terhadap lahan tersebut belum dibebaskan oleh pemerintah karena harus dipastikan dulu program ini masuk dalam skema PSN. Tetapi yang jelas di RTRW Sumbawa lahan tersebut sudah dikeluarkan dari LPPB dan akan dikhususkan untuk ekstensifikasi tambak garam.

 

“Belum ada lahan yang kita bebaskan karena itu tahap selanjutnya, kami perlu pastikan dulu garam ini masuk PSN. Jika sudah pasti baru akan kita lakukan proses lebih lanjut,” tukasnya.

 

Sementara, kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan), Rahmat Hidayat, menyebutkan berdasarkan hasil inventarisasi tercatat lahan tersebut didominasi milik masyarakat. Selain itu ada juga lahan LPPB sekitar 700 hektare.

 

“Kalau untuk lahan LPPB sudah kita lakukan komunikasi lebih lanjut dengan harapan program swasembada garam yang dicanangkan pemerintah bisa dimulai dari Sumbawa,” ucapnya.

 

Dayat menyebutkan, dari luas lahan yang tengah dipersiapkan tersebut yang sudah terealisasi saat ini baru sekitar 119, 8 hektare. Sementara untuk total keseluruhan lahan potensial mencapai 2.000 hektare yang tersebar di kecamatan Plampang.

 

“Jadi, saat ini yang sudah tergarap baru 118 hektare dengan potensi produksi mencapai 5. 363.00 ton yang tercatat hingga akhir tahun 2024 lalu,” jelasnya.

 

Terhadap lahan potensial tersebut, pemerintah terus berupaya untuk mendorong kelompok untuk memanfaatkan potensi tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan mencari investor yang akan mengelola potensi tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

“Kami akan terus berupaya mencari pengelola lahan potensial untuk tambak garam tersebut sehingga bisa memberikan manfaat bagi daerah,” tukasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *