Politik pemerintahan

Bupati Sumbawa Pimpin Rapat dengan PT ESA, Tegaskan Kejelasan Batas Lahan dan Percepatan Penggarapan

213
×

Bupati Sumbawa Pimpin Rapat dengan PT ESA, Tegaskan Kejelasan Batas Lahan dan Percepatan Penggarapan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memimpin langsung rapat koordinasi dengan PT Esa Sampoerna Agro terkait pengelolaan hutan kayu dan lahan garapan, Kamis (09/10/2025), di Ruang Rapat Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa.

 

iklan

Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD terkait, perwakilan PT Esa Sampoerna Agro, serta para pengusaha kayu hutan. Pertemuan ini membahas secara mendalam kondisi lahan masyarakat dan batas wilayah pengelolaan antara PT Esa Sampoerna Agro dan warga penggarap di sejumlah kecamatan, termasuk Moyo Hilir, Moyo Utara, Lopok, dan Lape.

Dalam pemaparan Bidang Pertanahan Dinas PRKP Kabupaten Sumbawa, hasil tinjauan lapangan menunjukkan bahwa dari sekitar 1.428 hektar lahan yang tercatat kosong, sebagian besar telah dikuasai masyarakat.

Sekitar 594 hektar di antaranya digarap oleh 247 petani. Selain itu, ditemukan indikasi adanya data lahan yang belum sepenuhnya terbuka sehingga memerlukan verifikasi lanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumbawa menegaskan pentingnya kejelasan batas dan kepastian pengelolaan agar tidak menimbulkan konflik di lapangan.

“Mulai hari ini, saya minta camat dan bidang pertanahan membuat rencana kerja yang jelas. Lahan seluas 1.400 hektar yang berada di Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, ini harus segera dipatok batasnya. Kita sudah masuk musim tanam, jadi jangan tunda lagi,” tegasnya.

 

Bupati menekankan bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara pelaksanaan di lapangan harus menjadi tanggung jawab PT Esa Sampoerna Agro.

“Pemerintah membantu semaksimal mungkin, tapi yang aktif harus PT Esa Sampoerna Agro. Saya ingin setiap hari ada kegiatan di lapangan. Kalau dalam waktu dekat tidak ada progres, kerja sama ini bisa dibatalkan,” ujarnya.

Lebih jauh, bupati mengingatkan pentingnya kemitraan yang sehat dan terbuka dengan masyarakat. “Semua harus disepakati secara terbuka. Apakah mau menanam jagung atau pohon, bicarakan dengan masyarakat. Jangan ada yang merasa dirugikan,” tambahnya.

“Mulai besok harus sudah ada patok batas. Bulan Oktober ini petani sudah harus menanam, baik pohon maupun jagung. PT Esa Sampoerna Agro juga saya minta harus selalu ada di sini untuk mengawasi agar program ini berjalan efektif,” tutup bupati.

Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., M.Ik., yang turut hadir, mengimbau PT Esa Sampoerna Agro untuk segera menjelaskan secara rinci rencana dan kegiatan lapangannya agar situasi keamanan di wilayah sekitar tetap kondusif.

Sementara itu, perwakilan PT Esa Sampoerna Agro menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan program penanaman jagung dan penghijauan.

Dari total lahan yang dikelola, sekitar 600 hektar akan difokuskan untuk kegiatan penghijauan, dengan penanaman pohon yang dijadwalkan mulai bulan ini. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *