Politik pemerintahan

Perempuan dan Ketahanan Pangan: Ketua PKK Sumbawa Ajak Aisyiyah Terus Berkarya untuk Martabat Keluarga

333
×

Perempuan dan Ketahanan Pangan: Ketua PKK Sumbawa Ajak Aisyiyah Terus Berkarya untuk Martabat Keluarga

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id– Ketua PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, yang juga dikenal sebagai sesepuh organisasi perempuan di Kabupaten Sumbawa, menghadiri peringatan Milad ke-108 Aisyiyah yang digelar pada Sabtu, 14 Juni 2025, di Aula SMKN 1 Sumbawa Besar.

 

iklan

Kegiatan ini mengusung tema “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional”.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sumbawa, serta jajaran pimpinan cabang dan ranting Aisyiyah se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sumbawa, Ir. Hj. Nur Zaenab, menyampaikan bahwa Aisyiyah telah menjadi organisasi yang berperan besar dalam pemberdayaan perempuan dan anak sejak lebih dari satu abad lalu.

“Selama 108 tahun, Aisyiyah hadir melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami memiliki 15 TK dan PAUD yang tersebar di seluruh kabupaten Sumbawa, serta panti asuhan putri Aisyiyah untuk anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pendidikan,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan Aisyiyah, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi NTB.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan pangan dan martabat keluarga.

“Perempuan adalah benteng pertama dan terakhir dalam menjaga dapur, anak-anak, dan keluarga. Qaryah Thayyibah—desa yang baik, subur, dan tentram—bukan sekadar konsep dalam buku, tetapi nyata adanya di ladang para petani dan halaman rumah ibu-ibu pengurus ranting,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa membangun ketahanan pangan juga berarti membangun harkat dan martabat perempuan. Aisyiyah, katanya, telah menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya mampu berdakwah, tetapi juga membawa perubahan nyata di tingkat akar rumput.

“Saya mengajak seluruh anggota Aisyiyah dan organisasi perempuan lainnya di Kabupaten Sumbawa untuk terus bersinergi memperjuangkan kesetaraan, kesejahteraan, dan keberlanjutan hidup masyarakat. Menanam satu pot sayur adalah bagian dari menjaga ketahanan pangan. Mengajarkan anak mencuci tangan adalah bagian dari menjaga kesehatan generasi,” ujarnya.

Menurut Hj. Ida, perempuan tidak menuntut untuk diistimewakan, tetapi ingin dihargai dan diberi ruang untuk berkarya. Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta menjadikan Aisyiyah sebagai rumah besar perjuangan perempuan.

“Selamat Milad ke-108 Aisyiyah. Semoga tetap menjadi pelita dalam gelap, pelopor perubahan, dan pengayom umat,” tutupnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah oleh Ketua PKK dan Ketua GOW kepada para pemenang lomba, yakni Juara 1 Tartil, Juara 1 Senam Bahagia, dan Juara 1 Mars Gabungan LLPA, LLHPD, dan Majelis Tabligh. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *