Sumbawa, Bintangtv.id – BMKG Sultan Muhammad Kaharuddin mengonfirmasi bahwa puncak musim hujan di Kabupaten Sumbawa, khususnya di bagian utara dan timur, diprediksi akan terjadi pada bulan Februari 2025.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Kepala BMKG Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Kepala BMKG Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar, Samriyanto, Jumat (31/01/2026) menyampaikan bahwa beberapa kecamatan di Kabupaten Sumbawa akan mengalami puncak musim hujan pada Februari.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Utan, Buer bagian utara, Rhee, Labuhan Badas bagian timur, Labuhan Badas, Moyo Utara, Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Hulu, Moyo Hilir, Lopok, Lape, dan Maronge bagian utara.
Sementara itu, beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa telah melewati puncak musim hujan. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Kecamatan Alas Barat, Alas, Buer bagian selatan, Batulanteh, Orong Telu, Moyo Hulu bagian barat, Lenangguar bagian barat, Lunyuk bagian barat, Lunyuk, Ropang, dan Lenangguar bagian selatan.
Untuk Kabupaten Sumbawa Barat, BMKG menyebutkan bahwa puncak musim hujan telah terjadi pada bulan Desember 2024. Wilayah terdampak mencakup Kecamatan Poto Tano, Seteluk, Taliwang, Maluk, Brang Ene, Jereweh, Sekongkang, dan Brang Rea.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air tetap lancar, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana, serta memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG melalui kanal resmi.
Dengan adanya peringatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi potensi dampak dari puncak musim hujan yang akan berlangsung dalam waktu dekat. (01)












