Umum

Prosesi Penyucian Regalia Genris Pusaka Kesultanan Sumbawa Jelang Pengankatan Rajamuda

475
×

Prosesi Penyucian Regalia Genris Pusaka Kesultanan Sumbawa Jelang Pengankatan Rajamuda

Sebarkan artikel ini
Sumbawa, Bintangtv.id – Kesultanan Sumbawa kembali menggelar prosesi sakral Genris Pusaka, sebuah upacara penyucian regalia yang terdiri dari dua kategori, Regalia Utama (Parewa Kamutar) dan Regalia Harian (Parewa Tokal Adat Ode). Kedua kategori ini merupakan simbol kebesaran dan kehormatan Kesultanan Sumbawa.
Regalia Utama (Parewa Kamutar) digunakan dalam upacara agung “Tokal Adat Rea”, mencakup beberapa elemen penting seperti Sarpedang (Payung Kamutar), Baruwayat (Keris Kamutar), Cilo Kamutar (mahkota kebesaran), Badong (simbol kepatuhan dan pengayoman), Kantar (Perisai Kamutar simbol perlindungan), dan Long Barora (Tombak Kamutar). Regalia ini memainkan peran kunci dalam upacara penobatan Sultan dan pengangkatan Datu Rajamuda.
Regalia Harian (Parewa Tokal Adat Ode) merupakan perlengkapan harian Sultan, meliputi Pakebas (kipas), Sakaras (tempat sirih pinang), Namo (tempat air), Cere (Ceret), Panyomo Lati (tempat berludah), dan Salepa (tempat rokok). Semua regalia ini secara keseluruhan selalu dihadirkan dalam Upacara Tokal Adat Kesultanan Sumbawa.
Prosesi adat Genris Pusaka ini dipimpin oleh H. Suparman Andung, seorang petugas khusus yang secara turun-temurun melakukan paboat aji dalam genris pusaka.
“Benda-benda pusaka warisan turun-temurun ini harus kita jaga dan kita lestarikan. Hati kita harus bersih, tenang dan dapat dikendalikan, tidak boleh ada amarah, kesombongan, dan iri hati. Tata cara ini yang harus dipertahankan,” ungkap H. Man, sapaan akrabnya.
Selama prosesi, terdapat tata cara khusus dalam memperlakukan benda-benda pusaka ini. Benda-benda tersebut harus dibawa oleh petugas khusus dan dipangku, tidak boleh diletakkan di bawah kursi atau sembarangan. Kesultanan biasanya melaksanakan genris pusaka ini di bulan Muharram atau pada saat-saat tertentu ketika ada acara di Kesultanan.
“Prosesi Genris Pusaka merupakan simbol kebesaran dan penghormatan terhadap tradisi serta warisan budaya Kesultanan Sumbawa, mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan leluhur,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *