Umum

Ahmad Ikliludin Tutup OKK PWI se-Pulau Sumbawa, Tekankan Profesionalisme dan Ketepatan Data

8
×

Ahmad Ikliludin Tutup OKK PWI se-Pulau Sumbawa, Tekankan Profesionalisme dan Ketepatan Data

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA, Bintangtv.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Ikliludin, secara resmi menutup kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI se-Pulau Sumbawa, Minggu (25/10/2026).

 

iklan

Dalam sambutan penutupnya, Ahmad Iklil menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PWI Kabupaten Sumbawa yang telah menyelenggarakan kegiatan OKK bagi wartawan se-Pulau Sumbawa. Menurutnya, kegiatan tersebut membutuhkan dukungan dana, tenaga, dan pemikiran, serta kerja keras panitia agar dapat berjalan dengan lancar.

 

“Atas nama PWI NTB, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PWI Sumbawa yang telah menyelenggarakan OKK se-Pulau Sumbawa. Saya memahami betul bahwa kegiatan ini membutuhkan dana yang besar, tenaga, dan pemikiran. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras hingga kegiatan ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Ia juga mengapresiasi para narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman demi meningkatkan kualitas kewartawanan di NTB, serta seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut.

 

Menurut Ahmad Iklil, OKK bukan sekadar kegiatan formalitas atau pemenuhan persyaratan organisasi. Lebih dari itu, OKK merupakan bagian penting dari komitmen bersama untuk meningkatkan profesionalisme wartawan.

 

Ia memahami bahwa sebagian peserta telah lama menjalani profesi sebagai wartawan. Namun, pengalaman di lapangan tetap perlu diperkuat dengan pemahaman terhadap dasar-dasar jurnalistik, Undang-Undang Pers, kode etik jurnalistik, serta aturan perilaku wartawan.

 

“Tidak ada salahnya kita kembali berbagi dan mempelajari hal-hal mendasar tentang Undang-Undang Pers. Walaupun sehari-hari kita sudah melakukan kegiatan jurnalistik, kemampuan itu tetap harus diasah. Kalau tidak terus dipelajari, kita bisa lupa dan justru tersandung persoalan kecil ketika menjalankan tugas di lapangan,” katanya.

 

Ahmad Iklil menegaskan, wartawan harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri karena tantangan industri media ke depan semakin kompleks. Pers tidak hanya menghadapi perubahan perilaku pembaca, tetapi juga persoalan penurunan pendapatan media dan berbagai regulasi yang memengaruhi keberlangsungan usaha pers.

 

Di sisi lain, tingkat kepercayaan publik terhadap media harus terus ditingkatkan. Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang semakin banyak menjadikan media sosial sebagai sumber informasi, meskipun informasi yang beredar belum tentu melalui proses verifikasi jurnalistik.

 

Menurutnya, media profesional memiliki keunggulan karena bekerja berdasarkan konfirmasi narasumber, kelengkapan data, dan proses verifikasi. Karena itu, wartawan harus mampu mempertahankan kualitas pemberitaan agar masyarakat tetap menjadikan media pers sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya.

 

Ia juga menyinggung persoalan penggunaan karya jurnalistik oleh pihak lain tanpa memperhatikan hak cipta. Menurutnya, persoalan tersebut perlu disikapi secara serius melalui langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum.

 

“Jangan hanya mengejar kecepatan dalam menyampaikan berita, tetapi kita juga harus mengutamakan ketepatan data. Kita memiliki narasumber dan data yang harus diverifikasi. Hal-hal seperti ini perlu terus kita perjuangkan agar karya jurnalistik dihargai dan tidak digunakan sembarangan tanpa memperhatikan hak-hak yang melekat pada karya tersebut,” tegasnya.

 

Dalam pelaksanaan OKK tersebut, sebanyak 13 materi disampaikan kepada peserta. Materi itu mencakup kode etik jurnalistik, perilaku wartawan, Undang-Undang Pers, kewartawanan, serta keorganisasian PWI.

 

Ahmad Iklil juga menyampaikan hasil evaluasi pemahaman materi melalui tes akhir atau post-test. Dari 51 peserta, sebanyak 42 orang mengikuti tes tersebut dengan capaian nilai pemahaman materi pada rentang 95 hingga 100 poin dari 100 poin.

 

Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi salah satu gambaran penting mengenai pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Namun, pengetahuan yang diperoleh selama OKK harus benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas jurnalistik sehari-hari.

 

“Ini merupakan momentum yang baik bagi teman-teman untuk mendapatkan pengetahuan dan memperkuat pemahaman tentang profesi kewartawanan. Saya berharap seluruh materi yang telah diperoleh selama OKK ini tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar dipraktikkan ketika menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, penguasaan kode etik jurnalistik, pemahaman terhadap aturan pers, serta kemampuan melakukan verifikasi merupakan bekal penting bagi setiap anggota PWI.

 

Melalui kegiatan OKK tersebut, PWI NTB berharap para wartawan, khususnya di Pulau Sumbawa, semakin memahami tanggung jawab profesinya, mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat dan berimbang, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers.

 

Dengan demikian, wartawan tidak hanya dituntut cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus memastikan setiap berita yang dipublikasikan memiliki dasar data yang kuat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *