KSB

Kecamatan Brang Ene Jadi Pilot Project Pariwisata Kerakyatan KSB

84
×

Kecamatan Brang Ene Jadi Pilot Project Pariwisata Kerakyatan KSB

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat | Bintangtv.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya untuk membangun sektor pariwisata yang inklusif dan berkeadilan melalui penguatan konsep Pariwisata Kerakyatan. Konsep ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat langsung dari pengembangan pariwisata.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sumbawa Barat saat memberikan arahan dalam kegiatan Orientasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Menurut Bupati, pariwisata tidak boleh hanya menjadi mesin pertumbuhan investasi, tetapi juga harus menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Pariwisata kerakyatan itu konsepnya sederhana: maju investasinya, maju juga masyarakatnya. Dampaknya harus dirasakan langsung oleh warga, UMKM, kelompok sadar wisata, hingga desa-desa di sekitar kawasan wisata,” tegas Bupati.

Dalam arahannya, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan cluster industri pariwisata yang akan mulai diintervensi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2026, dan ditargetkan berjalan penuh pada 2027. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menerjemahkan arah kebijakan tersebut ke dalam program teknis yang terukur dan berpihak pada masyarakat.
“Tahun 2026 kita mulai intervensi. Saya minta OPD benar-benar menerjemahkan apa yang menjadi harapan pemerintah daerah agar program ini tidak berhenti di konsep,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, pengembangan Pariwisata Kerakyatan akan difokuskan di Kecamatan Brang Ene dan Kecamatan Brang Rea. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar melalui perpaduan wisata alam, wisata budaya, serta kearifan lokal masyarakat.

Pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sebagai pengelola utama destinasi, pemandu wisata, penyedia jasa, hingga pelaku usaha kreatif.
Bupati juga mengungkapkan rencana strategis pemerintah daerah untuk melakukan pergeseran arus wisatawan. Selama ini, wisatawan cenderung terpusat di kawasan investasi seperti Sekongkang, Maluk, dan Kertasari, terutama untuk aktivitas selancar dan wisata pantai.

“Selama ini mereka datang surfing lalu kembali ke hotel. Ke depan, kita arahkan agar mereka juga menikmati destinasi kerakyatan, sehingga perputaran ekonomi benar-benar terjadi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam pengelolaan destinasi, pemerintah daerah akan mengadopsi praktik terbaik nasional, seperti pengelolaan destinasi wisata di Jatim Park dan Bali Zoo, yang dinilai berhasil memadukan rekreasi, pelayanan, dan tata kelola yang profesional.

Untuk dikrtahui di kawasan Brang Ene, pengunjung nantinya akan menikmati pengalaman wisata yang terintegrasi, mulai dari pintu masuk (gate) dengan sistem tiket, penggunaan gelang pengunjung, jalur wisata jalan kaki dan sepeda, sepeda wisata yang disewakan,
hingga titik-titik pemberhentian (checkpoint) untuk swafoto, beristirahat, dan menikmati kuliner serta minuman lokal. Jalur wisata akan melewati sungai, persawahan, hingga kaki perbukitan, menghadirkan pengalaman wisata alam yang autentik dan berkelanjutan.

“Ketika masuk gate, pengunjung membayar tiket. Di dalam kawasan, masyarakat menjadi pengelola warung, penyedia jasa, pemandu wisata, dan pelaku UMKM,” terang Bupati.

Untuk menjaga profesionalisme sekaligus memastikan manfaat tetap berada di tingkat desa, pengelolaan kawasan akan dilakukan oleh UPTD yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain Brang Ene, pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan wisata menuju kawasan Rarak, yang dirancang menyerupai kawasan dataran tinggi dengan panorama perbukitan.

Ke depan, akan dibangun trayek jalan kaki dari Bintang Bano menuju Gua Mumber, dilengkapi dengan titik pemberhentian berupa kafe-kafe kecil, rest area, serta ruang promosi bagi UMKM lokal.

Melalui strategi Pariwisata Kerakyatan, Bupati berharap Sumbawa Barat tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata berbasis investasi besar, tetapi juga sebagai daerah yang memuliakan masyarakat, memperkuat budaya lokal, dan memperluas kesempatan ekonomi.

“Pariwisata Sumbawa Barat harus menghadirkan kebahagiaan bagi pengunjung dan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” pungkas Bupati. (02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *