Sumbawa barat|Bintangtv.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXII Tingkat Kecamatan Jereweh resmi dibuka pada Jumat malam, 26 Juni 2026.
Perhelatan tahunan yang menjadi ajang syiar Islam sekaligus pembinaan generasi Qurani itu mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an, Mewujudkan Masyarakat Jereweh yang Agamais, Harmonis, dan Berkemajuan.”
MTQ tahun ini akan berlangsung mulai 27 hingga 30 Juni 2026 di Kecamatan Jereweh. Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf yang diikuti seluruh kafilah dari lapangan menuju Gedung Serbaguna “Sasai Ate” Jereweh sebagai lokasi utama pelaksanaan MTQ.
Camat Jereweh, H. Abdul Muthalib, S.Pd., M.M., mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan momentum membangun peradaban masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Pelaksanaan MTQ ke-XXII ini merupakan panggung peradaban dan sarana mulia bagi kita semua. Tema yang kita usung bukan sekadar rangkaian kata, tetapi cita-cita besar untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jereweh,” ujarnya, saat membuka kegiatan.
Menurutnya, membumikan Al-Qur’an berarti menjadikan ajaran kitab suci sebagai pedoman dalam seluruh aspek kehidupan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki kekuatan spiritual, tetapi juga mampu menjaga kerukunan dan terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
“Kita ingin melahirkan masyarakat yang agamais, harmonis dalam keberagaman, sekaligus berkemajuan menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Dalam sambutannya, Abdul Muthalib juga menegaskan bahwa cita-cita membangun masyarakat religius dan maju tidak mungkin terwujud tanpa kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, ia kembali mengingatkan pentingnya filosofi adat Jereweh, yakni “Sai Ling Dalam Gawe”, sebagai ruh pembangunan di wilayah tersebut.
Menurutnya, nilai luhur itu mengajarkan masyarakat untuk selalu satu hati dalam bekerja, saling peduli, saling menjaga, serta saling membantu dalam setiap urusan.
“Nilai gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama kita. Berdirinya arena MTQ yang megah, solidnya panitia, hingga antusiasme seluruh kafilah malam ini merupakan bukti bahwa ketika semangat Sai Ling Dalam Gawe dijalankan, pekerjaan sebesar apa pun dapat diselesaikan bersama,” tuturnya.
Ia menilai sinergi antara Forkopimcam, pemerintah desa, Agen Gotong Royong (AGR), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan Kecamatan Jereweh.
“Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga karena merupakan fondasi pembangunan daerah,” ujarnya.
Pesan untuk Peserta dan Dewan Hakim
Kepada seluruh peserta MTQ, Camat Jereweh berpesan agar menjadikan perlombaan sebagai media dakwah sekaligus ajang mempererat ukhuwah Islamiyah.
Ia meminta para qari, qariah, hafiz, dan hafizah tampil maksimal dengan penuh keikhlasan serta percaya diri.
“Tampilkan kemampuan terbaik. Jadikan MTQ ini sebagai sarana menginspirasi generasi muda lainnya dan menjadi bagian dari ikhtiar membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat,” pesannya.
Sementara kepada Dewan Hakim, Abdul Muthalib berharap seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif, profesional, jujur, dan adil sehingga mampu melahirkan peserta terbaik yang siap mewakili Kecamatan Jereweh pada jenjang MTQ berikutnya.
Pada kesempatan itu, Camat Jereweh juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, pemerintah desa, jajaran TNI-Polri, Agen Gotong Royong, tokoh agama, serta masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan pelaksanaan MTQ.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
“Mari kita jaga ketertiban, gaungkan syiar Islam, dan jadikan MTQ XXII ini sebagai tonggak penguat kerukunan serta kemajuan Kecamatan Jereweh,” tandasnya. (02)












