Politik pemerintahan

Bupati: Desa Rhee Jadi Percontohan Pembangunan Berbasis Data di Sumbawa

615
×

Bupati: Desa Rhee Jadi Percontohan Pembangunan Berbasis Data di Sumbawa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Desa Rhee, Kecamatan Rhee, menjadi contoh sukses penerapan pembangunan berbasis data melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2025.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Irawan Subekti, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Hasil Pelaksanaan Program Desa Cantik 2025 di Aula Kantor Desa Rhee, (12/08/2025).

iklan

Acara ini dihadiri Kepala BPS Kabupaten Sumbawa Yudi Wahyudin, SST., M.Si., perwakilan OPD terkait, Camat Rhee, Camat Utan, Kepala Desa Rhee, dan tokoh masyarakat.

Kepala Desa Rhee, Edy Firmansyah, NL.P., S.H., dalam sambutannya menegaskan pentingnya program Desa Cantik dalam mendorong kemandirian desa melalui pengelolaan data yang akurat.

Menurutnya, program ini membantu desa mengumpulkan, mengolah, dan memanfaatkan data sebagai dasar penyusunan rencana kerja pemerintah desa serta program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran.

“Desa berkomitmen untuk terus memperbarui data, menjaga akurasinya, dan meningkatkan kapasitas aparatur desa di bidang statistik. Terima kasih kepada BPS Kabupaten Sumbawa, pemerintah kecamatan, dan seluruh pihak yang telah mendukung program ini,” ujarnya.

Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin, menjelaskan bahwa program Desa Cantik bertujuan meningkatkan literasi statistik, mendorong partisipasi aktif desa dalam pengelolaan data, dan menjamin kualitas serta keterbandingan data. Program ini telah berjalan sejak 2021 dan membina sejumlah desa di Kabupaten Sumbawa.

“Data yang akurat sangat penting untuk pembangunan desa. Kami berharap pemerintah desa dapat terus melaksanakan kegiatan statistik agar data yang dihasilkan benar-benar dapat diandalkan dalam pengambilan keputusan,” jelas Yudi.

Bupati Sumbawa, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menegaskan bahwa data bukan sekadar angka, tetapi cerminan kehidupan masyarakat yang menjadi dasar kebijakan tepat sasaran. Ia mengajak desa-desa lain untuk meniru langkah Desa Rhee dalam membangun budaya mengelola desa berbasis data.

“Mari kita dorong agar data pertanian diperbarui secara rutin, dipadukan dengan data sektor lain seperti perikanan, UMKM, dan pariwisata. Dengan begitu, Desa Rhee dan desa-desa lainnya dapat menjadi pusat pengambilan keputusan yang mandiri untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *