Sumbawa, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya menuntaskan pembangunan infrastruktur strategis di kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Pulau Satonda (Samota).
Salah satu fokusnya adalah menyelesaikan sisa jalan sepanjang 1,4 kilometer beserta tiga jembatan penghubung, yang membutuhkan anggaran sekitar Rp317 miliar.
Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan permohonan pendanaan ke Kementerian PUPR melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
“Anggaran ini tidak mungkin ditanggung oleh daerah, karena kompleksitas medan dan kebutuhan teknis pembangunan sangat tinggi,” ujarnya, (15/07/2025).
Menurutnya, meskipun panjang jalan yang belum selesai hanya 1,4 kilometer, kebutuhan anggarannya besar lantaran harus membangun tiga jembatan di wilayah rawa dengan kedalaman pondasi sekitar 70 meter. Selain itu, jalan tersebut juga akan dilapisi geotekstil sebagai penguat struktur.
“Ini bukan sekadar membangun jalan biasa. Infrastruktur ini sangat penting dan memiliki dampak strategis bagi konektivitas kawasan Samota,” jelasnya.
Saat ini, total panjang jalan Samota mencapai 24,7 kilometer dan 23 kilometer di antaranya telah rampung. Sisa 1,4 kilometer yang belum dibangun berada di wilayah Padak Tui, menjadi titik terakhir yang menghubungkan keseluruhan jalur.
“Kami tetap berkoordinasi dengan Balai Jalan dan berharap usulan ini segera mendapat respons dari pusat. Bahkan, jalan ini sudah masuk dalam daftar prioritas Bappenas,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga berharap, meskipun belum sepenuhnya didanai, minimal ada langkah awal berupa penyiapan badan jalan agar progres tidak stagnan.
Dengan tuntasnya pembangunan jalan Samota ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di kawasan strategis nasional tersebut semakin lancar dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta pariwisata Sumbawa. (01)












