Politik pemerintahan

Kemitraan dengan Australia, Sumbawa Perkuat Penanggulangan Risiko Bencana

355
×

Kemitraan dengan Australia, Sumbawa Perkuat Penanggulangan Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menguatkan upaya pengurangan risiko bencana dengan membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) serta menjalin kemitraan dengan Program SIAP SIAGA NTB, sebuah kerja sama strategis antara Indonesia dan Australia.

 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah dalam menangani bencana mulai dari pencegahan, persiapan, respons, hingga pemulihan pascabencana.

iklan

 

Rapat koordinasi persiapan peluncuran program ini digelar pada Selasa, 4 Februari 2025, dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., serta dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, dan perwakilan instansi terkait lainnya.

 

Sekda Sumbawa menekankan bahwa program ini akan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola bencana, terutama melalui BPBD serta instansi terkait.

 

“Dengan adanya program ini, kita bisa lebih siap dalam mencegah dan menangani bencana secara komprehensif,” ujar Dr. Budi Prasetiyo.

Program ini memiliki empat tujuan utama:

  1. Memperkuat sistem organisasi di tingkat nasional hingga daerah, termasuk BNPB dan BPBD.
  2. Meningkatkan kapasitas pengelolaan risiko bencana, terutama di daerah rawan seperti Sumbawa.
  3. Memperkokoh kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam kesiapsiagaan dan respons kemanusiaan.
  4. Mendorong inovasi dan pembelajaran dalam sistem penanggulangan bencana.

Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, penyusunan data yang akurat, serta penguatan Desa Tangguh Bencana (Destana) agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mitigasi bencana.

Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko bencana yang cukup tinggi. Saat musim hujan, bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan banjir rob sering terjadi. Sementara pada musim kemarau, krisis air bersih kerap melanda wilayah pesisir dan dataran tinggi.

 

Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, menyatakan bahwa koordinasi dengan Program SIAP SIAGA NTB bertujuan untuk menyelaraskan dan memastikan bahwa setiap langkah mitigasi, evakuasi, hingga penanggulangan bencana berjalan terarah dan terukur.

 

“Kami memastikan bahwa semua sektor yang terkait, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, hingga pemerintah desa, bisa bekerja sama dalam menciptakan sistem tanggap bencana yang lebih baik,” ujar Dayat, sapaan akrabnya.

 

Sementara itu, DRM Area Manager Program SIAP SIAGA NTB, Anggraeni Puspitasari, menegaskan bahwa NTB menjadi salah satu prioritas nasional dalam program ini, mengingat daerah ini rentan terhadap bencana alam.

 

“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan dan data manajemen bencana selaras di semua tingkatan, termasuk di Kabupaten Sumbawa yang memiliki wilayah geografis luas dengan tantangan mitigasi yang kompleks,” jelasnya.

 

Melalui kerja sama ini, diharapkan Sumbawa semakin tangguh dalam menghadapi bencana. Program ini akan berlangsung selama lima tahun dan melibatkan berbagai kementerian serta lembaga pemerintahan seperti BNPB, Bappenas, Kemendagri, dan Kemensos, serta pemerintah daerah dan organisasi masyarakat.

 

Dengan adanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan kemitraan strategis dengan Australia, Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat memiliki sistem penanggulangan bencana yang lebih inklusif, terintegrasi, dan responsif terhadap tantangan bencana yang semakin kompleks di masa depan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *