Politik pemerintahan

Pemda Sumbawa Matangkan Persiapan Venue PON 2028, Empat Cabor Berpeluang Digelar di Sumbawa

10
×

Pemda Sumbawa Matangkan Persiapan Venue PON 2028, Empat Cabor Berpeluang Digelar di Sumbawa

Sebarkan artikel ini

SUMBAWA, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 NTB-NTT. Tidak hanya menyiapkan venue pertandingan, Pemkab juga mulai membangun kesiapan infrastruktur pendukung, transportasi udara, akomodasi hingga atmosfer olahraga di tengah masyarakat.

 

iklan

Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi persiapan Sumbawa sebagai tuan rumah sejumlah cabang olahraga (cabor) PON 2028 yang berlangsung di Aula Rapat Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (3/11/2026).

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah pada 2027–2028 tidak akan mengurangi komitmen Bupati Sumbawa dalam mendukung kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

 

Menurutnya, persiapan PON bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat Sumbawa.

 

“Kita ingin memastikan bagaimana menjadi tuan rumah yang baik. Karena itu, saya mengundang semua pihak agar kita tidak hanya berpikir sebagai pemerintah daerah, tetapi sebagai masyarakat Sumbawa secara kolektif. Kita harus menunjukkan hospitality atau keramahan sehingga orang yang datang ke Sumbawa ingin kembali lagi,” ujarnya.

 

Sekda menilai, kesempatan menjadi tuan rumah PON merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan Sumbawa lebih luas. Terlebih, pada 2028 mendatang, daerah ini juga diharapkan memiliki rangkaian kegiatan dan event yang mampu memperkuat daya tarik daerah.

 

Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh standar dan persyaratan yang ditetapkan masing-masing pengurus besar cabang olahraga dapat dipenuhi.

 

Dari hasil visitasi sebelumnya, cabang olahraga pickleball telah menyatakan kesediaannya untuk dilaksanakan di Sumbawa. Sementara tiga cabor lainnya, yakni panahan, grasstrack/IMI, dan tarung derajat, masih terus dikawal untuk memastikan kepastian lokasi pertandingan.

 

“Kita mencari lokasi yang tepat. Stadion atau venue yang dibangun jangan sampai hanya digunakan sekali, tetapi harus menjadi ikon daerah dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan,” jelasnya.

 

Sekda juga mengungkapkan bahwa Pemkab Sumbawa mulai menjajaki peluang penambahan cabang olahraga angkat besi indoor untuk dilaksanakan di Sumbawa. Peluang tersebut akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan KONI dan pengurus besar masing-masing cabor.

 

Selain kesiapan venue, persoalan penerbangan menjadi salah satu perhatian utama. Menurutnya, kapasitas akomodasi di Sumbawa dinilai cukup memadai dengan pengalaman daerah menyelenggarakan event besar seperti MXGP. Hotel dan homestay yang tersedia juga masih dapat ditingkatkan kualitas pelayanannya.

 

Sementara untuk penerbangan, Pemkab tengah menginisiasi penambahan konektivitas udara. Komunikasi telah dilakukan dengan sejumlah maskapai, di antaranya NAM Air, Sriwijaya Air, dan TransNusa. Bahkan, surat terkait dukungan penerbangan juga telah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

 

Rute Jakarta–Sumbawa dan Surabaya–Sumbawa menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan tersebut. Penambahan frekuensi penerbangan diharapkan dapat mendukung mobilitas atlet, ofisial, perangkat pertandingan, penonton hingga kebutuhan pengangkutan peralatan olahraga.

 

“Yang penting bagaimana menciptakan animo. Cabang olahraga harus mulai berlatih di lokasi yang direncanakan sehingga atmosfer pertandingan sudah terbentuk. Kita punya atlet PON, maka venue harus mulai dihidupkan dengan kegiatan olahraga,” katanya.

 

Sekda juga meminta seluruh pihak membangun kolaborasi dalam menyiapkan pembiayaan. Pemkab tengah menghitung kebutuhan anggaran dan menyiapkan skema kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

 

Dalam hal ini, KONI diharapkan menjadi leading sector dalam penyampaian informasi teknis terkait kebutuhan venue, sementara pemerintah daerah mengoordinasikan dukungan lintas sektor, termasuk komunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.

 

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan bahwa hasil visitasi dari masing-masing pengurus besar cabor telah disampaikan kepada PB terkait. Ia menyebutkan, tim visitasi memberikan respons positif terhadap sambutan Pemkab Sumbawa maupun potensi lokasi pertandingan yang ditawarkan.

 

Dari empat cabor yang telah dikunjungi, pickleball menjadi yang pertama mendapatkan kepastian untuk dilaksanakan di Sumbawa. Cabang olahraga yang berada di bawah naungan IMI juga telah ditetapkan di Sumbawa dan kini tinggal dikawal terkait berbagai kebutuhan pendukung.

 

Namun, untuk panahan masih terdapat sejumlah hal teknis yang perlu dikoordinasikan, terutama menyangkut akses penerbangan dan pengangkutan peralatan pertandingan dalam jumlah besar. Meski demikian, dari sisi venue, lokasi yang disiapkan Sumbawa dinilai sangat baik.

 

“Untuk panahan, venue Sumbawa menjadi salah satu yang terbaik. Tetapi ada persoalan penerbangan karena peralatan yang dibutuhkan cukup banyak dan harus diangkut menggunakan pesawat dengan kapasitas besar. Ini yang masih kita koordinasikan dengan PB dan KONI Pusat,” ungkap Rafiq.

 

Adapun untuk tarung derajat, masih terdapat catatan mengenai kelayakan GOR Sumbawa. Bahkan, muncul wacana pemindahan lokasi pertandingan ke Lombok Tengah. Karena itu, koordinasi lanjutan diperlukan untuk memastikan standar venue yang harus dipenuhi.

 

Rafiq juga menyampaikan adanya peluang penambahan cabang olahraga angkat besi. Pihak terkait disebut membuka kemungkinan pelaksanaan di Sumbawa apabila pemerintah daerah bersedia berkolaborasi dalam pembangunan venue sesuai standar yang ditentukan.

 

Ia berharap seluruh pihak bergerak cepat mengingat proses penentuan venue dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) membutuhkan koordinasi sejak awal. Bahkan, pengurus besar masing-masing cabor diharapkan dapat dilibatkan agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai standar pertandingan nasional.

 

“Ini kesempatan sekaligus legasi bagi Sumbawa. Mumpung ada peluang, mari kita ikhtiarkan bersama. Jangan sampai kesempatan ini terlewat karena kita tidak bergerak sejak awal,” tegasnya.

 

Rafiq menambahkan, dalam pekan ini KONI akan kembali melakukan koordinasi dengan KONI Pusat dan pengurus besar masing-masing cabor untuk mengawal kepastian penetapan venue.

 

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala DPKA Kabupaten Sumbawa Kaharuddin, Kabid Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, perwakilan empat cabang olahraga, serta jajaran pengurus KONI Kabupaten Sumbawa.

 

Melalui persiapan tersebut, Pemkab Sumbawa berharap penyelenggaraan PON 2028 tidak hanya menjadi agenda olahraga nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran atlet, ofisial, dan pengunjung diharapkan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM hingga pariwisata.

 

Pemkab pun mulai mendorong pembentukan atmosfer PON di tengah masyarakat. Venue harus mulai dihidupkan melalui aktivitas dan event olahraga sehingga Sumbawa benar-benar siap menjadi tuan rumah, bukan hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga pelayanan dan keramahan masyarakat. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *