Politik pemerintahan

Awal 2027, Listrik Mulai Menyala di Sejumlah Pelosok Sumbawa

19
×

Awal 2027, Listrik Mulai Menyala di Sejumlah Pelosok Sumbawa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Harapan masyarakat di sejumlah wilayah terpencil Kabupaten Sumbawa untuk menikmati listrik semakin dekat. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes) APBN Tahun 2026, sejumlah kawasan yang selama ini belum teraliri listrik secara optimal ditargetkan mulai menikmati sambungan listrik pada awal Januari 2027.

 

iklan

Percepatan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dukungan akses jalan antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan PT PLN (Persero) UP2K NTB di Ruang Rapat Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (23/9/2026).

 

Program Lisdes APBN 2026 di Kabupaten Sumbawa mencakup pembangunan 42,90 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM), 12,02 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR), serta pemasangan trafo dengan kapasitas 850 kVA.

 

Dari pembangunan jaringan tersebut, sebanyak 426 calon pelanggan ditargetkan dapat menikmati akses listrik.

 

Namun, tantangan geografis masih menjadi salah satu kendala dalam percepatan pembangunan jaringan listrik, terutama untuk distribusi material dan mobilisasi peralatan ke sejumlah wilayah terpencil.

 

Manajer Lisdes Provinsi NTB, Hendra M. Andika, menyampaikan beberapa lokasi di Kecamatan Batu Lanteh masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam pembukaan maupun perbaikan akses jalan.

 

Lokasi tersebut meliputi Dusun Musuk dan Dusun Tangkam Pulit di Desa Tangkam Pulit, Dusun Batu Rotok di Desa Batu Rotok, Dusun Baodesa di Desa Baodesa, Dusun Baktijaya di Desa Mungkin, serta Dusun Maremega di Desa Marente.

 

Sementara itu, pekerjaan Lisdes di wilayah Pusu dan Tepal dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

 

Secara keseluruhan, PLN menargetkan penyalaan listrik di sejumlah wilayah sasaran dapat dilakukan pada awal Januari 2027.

 

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyambut baik komitmen PLN dalam memperluas jaringan listrik hingga ke wilayah pelosok. Menurutnya, kondisi geografis Sumbawa membuat pembangunan infrastruktur di daerah terpencil membutuhkan dukungan lintas sektor.

 

Karena itu, Bupati meminta perangkat daerah terkait segera turun tangan menyelesaikan persoalan akses yang menjadi kendala pembangunan.

 

“Saya perintahkan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti dan mendukung program ini. Ikuti irama program dari PLN, jangan sampai persoalan akses jalan menjadi penghambat masyarakat kita dalam menikmati hak dasar berupa energi listrik,” tegas Jarot.

 

Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat berjalan seiring dengan tahapan pekerjaan PLN. Dengan demikian, pembangunan jaringan listrik di wilayah sasaran dapat diselesaikan sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

 

Rencana penyalaan listrik pada awal 2027 tersebut juga diharapkan menjadi momentum penting bagi masyarakat di kawasan terpencil. Bahkan, penyalaan listrik desa itu direncanakan menjadi salah satu kado istimewa menyambut HUT Kabupaten Sumbawa ke-68. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *