Politik pemerintahan

Diskusi PKK dan Plan Indonesia Gali Dampak Perubahan Iklim, Susun Aksi Adaptasi Inklusif

19
×

Diskusi PKK dan Plan Indonesia Gali Dampak Perubahan Iklim, Susun Aksi Adaptasi Inklusif

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id— Dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat menjadi fokus diskusi TP PKK Kabupaten Sumbawa bersama Plan International Indonesia melalui Program CERAH di Aula PKK Kabupaten Sumbawa, Kamis (24/9/2026).

 

iklan

Diskusi tersebut tidak hanya mengajak peserta mengenali perubahan dan dampak iklim yang terjadi di lingkungan sekitar, tetapi juga menggali praktik adaptasi yang sudah dilakukan masyarakat serta menyusun pilihan aksi yang dapat diterapkan secara inklusif.

 

Project Coordinator CERAH NTB, Abdul Rohman, mengatakan diskusi dirancang untuk menggali pengalaman langsung peserta terkait perubahan iklim, khususnya dampak terhadap air, lahan dan kehidupan masyarakat.

 

“Di sini kita menggali perubahan yang terjadi, dampak yang paling dirasakan masyarakat, siapa saja kelompok yang terdampak, kemudian melihat praktik yang sudah dilakukan dan bagaimana mengembangkan aksi adaptasi ke depan,” jelas Abdul Rohman usai kegiatan.

 

Diskusi berlangsung dalam tiga sesi. Pada sesi pertama, peserta diajak membangun ruang aman, menggali berbagai perubahan yang terjadi, mengidentifikasi dampak yang dirasakan serta memetakan kelompok masyarakat yang paling terdampak.

 

Sesi kedua diarahkan untuk menggali praktik dan pilihan aksi adaptasi. Peserta mendiskusikan berbagai praktik yang telah dilakukan, menilai keberhasilan dan hambatannya, kemudian mengembangkan aksi baru yang dinilai lebih efektif.

 

Dalam sesi ini, peserta juga diajak melihat aspek inklusivitas dengan mempertanyakan siapa yang mendapatkan manfaat, siapa yang masih sulit berpartisipasi dan apa yang perlu diubah agar seluruh kelompok masyarakat dapat terlibat.

 

Sementara sesi ketiga diarahkan pada penentuan prioritas dan penyusunan rencana aksi. Peserta memetakan peran masing-masing serta mengidentifikasi sumber dukungan yang dapat digunakan untuk memperkuat aksi adaptasi di tingkat komunitas.

 

“Peserta dari PKK, disabilitas dan komunitas memiliki aksi lapangan masing-masing terkait perubahan iklim. Kami berharap aksi tersebut bisa berjalan dan kami akan memberikan dukungan serta melihat langsung pelaksanaannya di lokasi,” katanya.

 

Selain substansi perubahan iklim, kegiatan juga membekali peserta dengan teknik menjadi fasilitator yang inklusif. Peserta belajar menciptakan ruang yang aman dan nyaman, teknik bertanya, melibatkan seluruh peserta, serta menyampaikan materi secara efektif.

 

Abdul Rohman menegaskan, kemampuan tersebut penting agar peserta nantinya tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu memfasilitasi diskusi dan menggerakkan masyarakat di komunitas masing-masing.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, menilai diskusi tersebut penting karena persoalan perubahan iklim berkaitan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.

 

Menurutnya, fasilitator harus mampu mendengar dan memberikan ruang kepada setiap peserta agar dapat menyampaikan pengalaman serta gagasannya.

 

“Menjadi fasilitator berarti membuat semua orang merasa punya tempat, punya suara, dan punya kesempatan untuk berbuat,” ujarnya.

 

Melalui diskusi tersebut, PKK dan Plan Indonesia mendorong lahirnya aksi adaptasi perubahan iklim yang berasal dari pengalaman masyarakat sendiri, sekaligus memastikan kelompok perempuan, penyandang disabilitas dan komunitas lainnya memiliki ruang yang sama untuk terlibat. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *