Sumbawa barat|Bintangtv.id-Sebanyak 25 sandro dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat dipastikan akan ambil bagian dalam pelaksanaan Barampok Maras yang digelar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di Kota Taliwang, 4 Oktober 2026 mendatang.
Kehadiran puluhan sandro dari dua wilayah di Tanah Samawa tersebut menjadi salah satu daya tarik kegiatan. Selain menambah kemeriahan, keterlibatan para sandro juga dinilai memperkuat nuansa budaya Samawa sekaligus menjadi bagian dari persiapan pengamanan secara spiritual selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Ketua MPC Pemuda Pancasila KSB Agusti Lanang Mediar Joy mengatakan, pengamanan secara spiritual menjadi salah satu bagian penting yang dipersiapkan panitia. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjaga agar seluruh rangkaian Barampok Maras, mulai dari awal hingga kegiatan berakhir, dapat berlangsung aman dan lancar.
“Pengamanan secara spiritual event Barampok Maras ini merupakan bagian terpenting dalam menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan, dari awal hingga selesai, bisa berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran 25 sandro dari Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat tidak hanya menambah semarak kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar panitia dalam menjaga suasana kegiatan tetap aman, tertib dan kondusif.
Panitia saat ini terus mematangkan berbagai persiapan, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Hingga 30 September 2026, persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 80 persen.
Joy menambahkan, sebanyak 25 sandro yang berasal dari dua kabupaten dipastikan hadir dalam pelaksanaan Barampok Maras. Kehadiran mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konsep kegiatan yang tetap mengedepankan nilai-nilai budaya Tau Samawa.
“Sebanyak 25 sandro yang ada di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat dipastikan hadir untuk mengamankan dan ikut menyukseskan acara Barampok Maras. Persiapan saat ini sudah sekitar 80 persen,” Rabu (30/9/2026).
Selain aspek spiritual, sejumlah kebutuhan teknis juga terus dimatangkan, mulai dari kesiapan lokasi atau venue, rangkaian acara, pengamanan, hingga konsep pelaksanaan. Panitia juga akan menggelar rapat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyamakan persepsi sebelum hari pelaksanaan.
“Saat ini persiapan sudah mencapai 80 persen. Tinggal rapat terakhir dengan beberapa OPD terkait untuk menyamakan persepsi, agar semua hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan event segera dibenahi,” ujarnya.
Ia menegaskan, koordinasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam tahap akhir persiapan. Panitia ingin memastikan seluruh aspek penyelenggaraan dapat berjalan sesuai rencana, termasuk aspek keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat yang hadir.
Di sisi lain, konsep Barampok Maras tetap diarahkan untuk mempertahankan karakter budaya Samawa. Kegiatan tersebut tidak semata-mata dikemas sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menjaga keberadaan tradisi serta kearifan lokal masyarakat Tau Samawa.
“Yang paling penting, bagaimana Barampok Maras ini tetap menjaga nilai budaya Tau Samawa. Jadi bukan hanya sekadar ramai, tetapi ada nilai budaya yang kita pertahankan dan terus kita kenalkan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Kehadiran 25 sandro dari dua kabupaten juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya dalam kegiatan tersebut. Tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi dinilai penting untuk terus dihidupkan di tengah perkembangan zaman.
Selain menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat, Barampok Maras diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat yang memiliki akar budaya Samawa yang sama.
“Kami berharap Barampok Maras ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Samawa, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat, baik dari Kabupaten Sumbawa maupun Kabupaten Sumbawa Barat,” ujar Joy.
Kehadiran 25 sandro diharapkan tidak hanya menambah kemeriahan, tetapi juga memperkuat nilai budaya dan kekhasan Barampok Maras sebagai bagian dari ekspresi budaya masyarakat Tanah Samawa.(02)












