Sumbawa barat|Bintangtv.id-Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Barampok Maras yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat.
Persiapan tidak hanya difokuskan pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga diarahkan untuk memastikan nilai-nilai budaya Tau Samawa tetap menjadi ruh utama dalam pelaksanaan Barampok Rame.
Agusti Lanang Mediar, yang dikonfirmasi bintangtv.id melalui WhatsApp pada Senin (28/9/2026), mengatakan persiapan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah kebutuhan utama, mulai dari lokasi atau venue, kesiapan rangkaian acara, pengamanan hingga konsep pelaksanaan, telah dimatangkan oleh panitia.
“Saat ini persiapan sudah mencapai 80 persen. Tinggal rapat terakhir dengan beberapa OPD terkait untuk menyamakan persepsi, agar semua hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan event segera dibenahi,” kata Agusti Lanang Joy.
Menurutnya, koordinasi lintas pihak menjadi bagian penting menjelang pelaksanaan kegiatan. Rapat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) diperlukan untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan dapat berjalan sesuai rencana, sekaligus mengantisipasi berbagai kebutuhan teknis di lapangan.
Konsep Barampok Maras juga dikemas secara lebih profesional tanpa menghilangkan karakter budaya yang melekat di dalamnya. Bagi panitia, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda hiburan dalam rangkaian HUT KSB, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menjaga keberadaan tradisi masyarakat Samawa.
Nilai budaya Tau Samawa menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan. Tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi dinilai penting untuk terus dihidupkan, terutama di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola kehidupan masyarakat.
“Yang paling penting, bagaimana Barampok Maras ini tetap menjaga nilai budaya Tau Samawa. Jadi bukan hanya sekadar ramai, tetapi ada nilai budaya yang kita pertahankan dan terus kita kenalkan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Selain sebagai bagian dari perayaan HUT Kabupaten Sumbawa Barat ke-23, Barampok Maras diharapkan menjadi ruang silaturrahmi masyarakat dari berbagai daerah. Kegiatan ini ditargetkan dapat mempererat hubungan sosial dan silaturahmi antara masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa.
Joy berharap Barampok Maras dapat menjadi momentum bersama untuk memperkuat rasa persaudaraan masyarakat di dua daerah yang memiliki akar budaya Samawa yang kuat.
“Kami berharap Barampok Maras ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Samawa, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat, baik dari Kabupaten Sumbawa maupun Kabupaten Sumbawa Barat,” katanya.
Dengan persiapan yang telah mencapai sekitar 80 persen, panitia kini memusatkan perhatian pada tahap finalisasi. Koordinasi dengan OPD terkait dan pemantapan teknis menjadi agenda penting sebelum seluruh rangkaian Barampok Maras digelar pada 4 Oktober mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, semangat perayaan HUT ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat diharapkan tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal dan semangat kebersamaan masyarakat Tau Samawa.(02)












