Politik pemerintahan

Sumbawa Dapat Jatah Pupuk Subsidi 1.000 Ton, Bupati Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Pembudidaya

11
×

Sumbawa Dapat Jatah Pupuk Subsidi 1.000 Ton, Bupati Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Pembudidaya

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Dukungan anggaran dan bantuan pemerintah pusat untuk sektor perikanan budidaya di Kabupaten Sumbawa terus diperkuat. Salah satunya melalui alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 1.000 ton, terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tambak sekaligus mendorong kesejahteraan pembudidaya ikan.

 

iklan

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan yang dibuka langsung Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Senin (28/9/2026).

 

Kegiatan ini dihadiri Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Egar Sadtopo, perwakilan Pupuk Indonesia, Kemenko Pangan, Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, jajaran OPD terkait, penyuluh, pemerintah kecamatan dan desa, serta ratusan pembudidaya ikan se-Kabupaten Sumbawa.

 

Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor perikanan budidaya di daerah.

 

Menurutnya, bantuan pupuk bersubsidi menjadi peluang besar bagi pembudidaya untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil usaha, terutama bagi petambak yang selama ini harus bersaing mendapatkan pupuk dengan sektor pertanian.

 

“Alhamdulillah, Sumbawa mendapatkan kuota terbesar di Provinsi NTB. Pupuk bukan sekadar pelengkap, pupuk adalah kunci untuk menumbuhkan pakan alami berupa plankton. Kalau plankton ada, udang dan ikan di tambak tidak akan mati dan produktivitas akan naik,” ujar Bupati Jarot.

 

Ia menegaskan, dukungan tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi perikanan dan pendapatan masyarakat.

 

Bupati juga menyoroti potensi besar sektor kelautan dan perikanan Sumbawa, mulai dari kawasan Teluk Saleh yang kaya biota laut hingga pengembangan komoditas perikanan budidaya dan wisata bahari.

 

Menurutnya, potensi tersebut harus didukung pengelolaan yang berkelanjutan, termasuk menjaga ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove serta penggunaan pupuk sesuai dosis dan memperhatikan kelestarian lingkungan.

 

Dalam kesempatan itu, Jarot meminta Dinas Kelautan dan Perikanan bersama penyuluh mempercepat pendataan dan validasi pembudidaya, khususnya di wilayah pesisir yang belum masuk dalam daftar penerima bantuan.

 

“Jangan sampai kuota yang disiapkan tidak terserap karena data belum lengkap,” tegasnya.

 

Sementara itu, Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI, Egar Sadtopo, mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumbawa memperoleh alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 1.000 ton atau setara satu juta kilogram.

 

Jumlah tersebut merupakan alokasi terbesar di NTB, sementara kabupaten lainnya memperoleh sekitar 480 ton.

 

“Untuk Sumbawa ini paling besar, 1.000 ton sendiri. Kalau kabupaten lain 480 ton. Jadi ada 1.000 ton atau 1 juta kilogram yang bisa Bapak-Ibu manfaatkan,” ungkap Egar.

 

Ia menjelaskan, program pupuk bersubsidi merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk memperkuat sektor perikanan budidaya, meningkatkan produksi, serta membantu pembudidaya memperoleh sarana produksi dengan harga terjangkau.

 

Salah satu jenis pupuk yang disubsidi adalah Urea dengan harga Rp1.800 per kilogram, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya operasional pembudidaya.

 

Namun demikian, Egar mengingatkan bahwa penyerapan bantuan harus didukung kelengkapan data penerima. Dari total alokasi 1.000 ton, saat ini baru 99 pembudidaya yang tercatat.

 

Karena itu, ia meminta para penyuluh dan jajaran terkait mempercepat proses pendataan serta validasi agar seluruh pembudidaya yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan program tersebut.

 

Egar menargetkan penyaluran pupuk bersubsidi dapat dimanfaatkan secara optimal mulai Oktober 2026. Apabila kebutuhan meningkat seiring berkembangnya usaha budidaya, pemerintah daerah dapat mengusulkan tambahan alokasi untuk tahun berikutnya.

 

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dukungan pupuk bersubsidi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Dengan pendataan yang akurat, penyaluran tepat sasaran, dan pengelolaan budidaya yang berkelanjutan, bantuan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tambak, memperluas peluang usaha, serta memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah.

 

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan teknis penyaluran pupuk bersubsidi serta pembagian doorprize kepada para peserta. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *