Politik pemerintahan

Wabup Turun Langsung Tangani Stunting, Pemkab Sumbawa Hadir untuk Masa Depan Anak

16
×

Wabup Turun Langsung Tangani Stunting, Pemkab Sumbawa Hadir untuk Masa Depan Anak

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sumbawa terus diperkuat melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, turun langsung meninjau pemeriksaan dan tata laksana stunting di Puskesmas Moyo Utara, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah memastikan anak-anak Sumbawa tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.

 

iklan

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat pelayanan kesehatan, sekaligus memastikan penanganan stunting dilakukan secara langsung, terarah, dan menyentuh keluarga yang membutuhkan.

 

Dalam kegiatan itu, Wabup Ansori didampingi jajaran Dinas Kesehatan, perwakilan OPD, Camat Moyo Utara, Kepala UPT Puskesmas Moyo Utara beserta tenaga kesehatan, dokter dan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, unsur keluarga berencana, kepala desa, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, serta pihak terkait lainnya.

 

Ansori menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan dokter spesialis yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan langsung kepada masyarakat.

 

Menurutnya, kehadiran para dokter spesialis di tengah masyarakat merupakan wujud pelayanan kesehatan yang sangat berarti, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan khusus.

 

“Kami mengapresiasi para dokter yang hari ini bisa hadir. Terutama dokter spesialis yang turun langsung untuk menangani stunting. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak boleh berhenti pada rapat, koordinasi, maupun perencanaan semata. Pemerintah bersama seluruh pihak harus hadir langsung untuk melihat kondisi masyarakat dan memberikan intervensi sesuai kebutuhan.

 

“Langsung eksekusi, langsung turun ke lapangan. Kita data, kita lihat kecamatan mana yang harus didahulukan, kemudian kita lakukan penanganan bersama-sama,” tegas Ansori.

 

Menurutnya, penanganan berbasis data menjadi penting agar intervensi pemerintah tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang memerlukan perhatian khusus. Kecamatan Moyo Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya percepatan penurunan stunting.

 

### Gotong royong demi generasi Sumbawa yang sehat

 

Ansori mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, hingga masyarakat, untuk menjadikan penanganan stunting sebagai tanggung jawab bersama.

 

Baginya, persoalan stunting bukan hanya urusan tenaga kesehatan, melainkan persoalan masa depan generasi Sumbawa yang membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak.

 

“Ini kita tangani bersama-sama, gotong royong, dikeroyok. Dengan begitu, stunting bisa kita turunkan secara signifikan dan pada akhirnya anak-anak generasi penerus Sumbawa dapat terbebas dari stunting,” katanya.

 

Selain pemeriksaan dan penanganan medis, Wabup juga menekankan pentingnya edukasi kepada keluarga dan masyarakat. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum pasangan memasuki jenjang pernikahan, dilanjutkan selama kehamilan, hingga anak mendapatkan pemenuhan gizi dan pola pengasuhan yang baik.

 

Karena itu, Posyandu diharapkan menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pendampingan kepada ibu hamil dan keluarga.

 

“Kita harus terus memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil maupun sebelum pernikahan. Mulai dari Posyandu, pola hidup juga harus selalu disampaikan,” jelasnya.

 

Ansori juga mendorong keterlibatan tokoh agama, termasuk para ustaz, untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan stunting melalui kegiatan keagamaan dan ruang sosial masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan warga, edukasi diharapkan semakin mudah dipahami dan diterapkan dalam keluarga.

 

### Pemkab pastikan dukungan penanganan stunting

 

Dalam kesempatan tersebut, Ansori menegaskan agar persoalan anggaran tidak menjadi penghambat pelaksanaan program penanganan stunting. Ia meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait agar menyusun program yang dibutuhkan dan melaksanakannya secara nyata.

 

“Untuk stunting jangan pikirkan anggaran. Programkan dan laksanakan. Pemerintah daerah akan terus menyiapkan anggaran untuk penanganan stunting,” tegasnya.

 

Ia berharap pemeriksaan dan tata laksana stunting seperti yang dilaksanakan di Moyo Utara dapat berlanjut ke kecamatan lain yang membutuhkan intervensi, sehingga upaya penurunan stunting berlangsung secara merata dan berkesinambungan.

 

Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting bukan semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari perubahan kondisi kesehatan anak dan meningkatnya kesadaran keluarga dalam menjaga tumbuh kembang generasi penerus.

 

“Kalau kita keroyok bersama-sama, saya yakin stunting bisa kita turunkan secara signifikan. Harapannya, generasi penerus Sumbawa menjadi generasi yang sehat dan menjadi generasi emas menuju 2045,” ungkapnya.

 

Kegiatan tersebut ditutup dengan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, dokter spesialis, pemerintah kecamatan dan desa, perguruan tinggi, serta semua pihak yang telah berkontribusi.

 

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat, Pemkab Sumbawa berharap setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh sehat, berkembang optimal, dan meraih masa depan yang lebih baik.

 

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera, dengan generasi sehat sebagai fondasi pembangunan daerah. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *