KSB

Dukung Program KSB Maju, Desa Meraran Disiapkan Jadi Sentra Perikanan Air Tawar

18
×

Dukung Program KSB Maju, Desa Meraran Disiapkan Jadi Sentra Perikanan Air Tawar

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Perikanan menyiapkan Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, sebagai sentra perikanan air tawar. Kawasan seluas sekitar 2 hektare tersebut akan dikembangkan dengan konsep kolam modern dan penerapan teknologi budidaya untuk memperkuat klaster perikanan dalam program KSB Maju Luar Biasa.

Rencana pengembangan itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat Agus Purnawan, S.Pi., M.M., saat menggelar coffee morning bersama wartawan se-Kabupaten Sumbawa Barat,(24/9/2026).

iklan

Agus mengatakan, pembangunan sentra perikanan di Meraran merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan sektor perikanan secara lebih terarah. Program tersebut sekaligus diharapkan dapat meningkatkan produksi ikan air tawar dan membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat.

Namun, menurut Agus, pengembangan kawasan Meraran membutuhkan persiapan teknis dan dukungan teknologi yang tepat. Sebab, kondisi tersebut membuat program tidak cukup hanya mengandalkan pola budidaya konvensional.

“Saya dipaksa untuk menjalankan program Sumbawa Barat Maju di sektor perikanan yang menurut saya risiko kegagalannya tinggi. Namun, Bupati optimistis semua permasalahan tersebut ada penyelesaiannya di kami,” kata Agus.

Ia menjelaskan, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah telah memberikan mandat kepada Dinas Perikanan untuk mengembangkan sektor perikanan, termasuk menjadikan Meraran sebagai salah satu kawasan sentra budidaya.

Untuk mendukung konsep tersebut, Dinas Perikanan tengah menyiapkan sejumlah alternatif teknologi budidaya. Di antaranya kolam terpal, sistem bioflok, hingga sistem budidaya dengan pola air mengalir.

Menurut Agus, penggunaan teknologi tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lokasi, kebutuhan budidaya, ketersediaan sumber daya, serta pola pengelolaan yang akan diterapkan di kawasan tersebut.

Pada tahap awal, Dinas Perikanan menargetkan pembangunan tiga unit kolam pada tahun ini. Tiga kolam tersebut akan menjadi tahap awal pengembangan kawasan sebelum dilakukan perluasan program.

“Untuk tahun ini akan kita laksanakan tiga kolam, sehingga akan menjadi sentra,” kata Agus.

Pengembangan Meraran sebagai sentra perikanan air tawar tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah kolam budidaya. Pemerintah daerah juga ingin membangun pola pengelolaan perikanan yang lebih modern, terukur, dan berbasis teknologi.

Penerapan teknologi budidaya dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan kolam sekaligus menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan hasil produksi. Dengan pola tersebut, kawasan Meraran diharapkan dapat berkembang secara bertahap menjadi pusat budidaya ikan air tawar di Kabupaten Sumbawa Barat.

Pengembangan sentra perikanan ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperkuat klaster perikanan melalui program KSB Maju Luar Biasa. Sektor perikanan diharapkan tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(02)