Politik pemerintahan

Bupati Sumbawa Dorong Pacuan Kuda Jadi Ikon Budaya dan Destinasi Wisata

6
×

Bupati Sumbawa Dorong Pacuan Kuda Jadi Ikon Budaya dan Destinasi Wisata

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mengembangkan kembali pacuan kuda tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat.

 

iklan

Hal itu disampaikan saat menghadiri penutupan Pacuan Kuda Tradisional Bupati Cup 2026 di Arena Pacuan Kuda Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Minggu (16/8/2026).

 

Bupati menilai pacuan kuda merupakan salah satu warisan budaya Sumbawa yang memiliki basis penggemar cukup besar. Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong pembenahan arena dan memperluas promosi agar tradisi tersebut kembali menjadi daya tarik wisata.

 

“Pacuan kuda ini adalah budaya kita dan memiliki banyak sekali penggemar. Beberapa tahun terakhir penggemarnya menurun. Mudah-mudahan mulai tahun ini kita promosikan kembali kebudayaan besar ini dan menjadikannya salah satu destinasi wisata Kabupaten Sumbawa,” ujar Bupati.

 

Menurutnya, pengembangan Arena Pacuan Kuda Moyo menjadi salah satu bagian dari program pemerintah daerah dalam memperkuat pelestarian budaya daerah. Sejumlah fasilitas akan dibenahi secara bertahap agar arena tersebut lebih representatif dan mampu menjadi pusat kegiatan budaya, olahraga tradisional, sekaligus destinasi wisata.

 

“Insya Allah tahun ini akan kita perlebar, sehingga tahun depan kita akan bangun dengan jumlah yang lebih banyak,” katanya.

 

Bupati menjelaskan, Arena Pacuan Kuda Moyo sebelumnya cukup lama tidak difungsikan secara maksimal. Pemerintah kini berupaya menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan konsep yang lebih terintegrasi.

 

Penataan tidak hanya menyasar arena pacuan, tetapi juga kawasan di sekitarnya. Pemerintah daerah bahkan merencanakan penanaman berbagai jenis buah-buahan di bagian tengah arena sehingga kawasan tersebut nantinya memiliki nilai wisata dan lingkungan yang lebih kuat.

 

“Kami akan memprioritaskan penataan arena pacuan ini sehingga menjadi pacuan yang representatif dan enak dicontoh,” ujarnya.

 

Selain infrastruktur, perhatian pemerintah juga diarahkan pada regenerasi joki muda. Bupati menyebut para joki merupakan aset penting bagi keberlangsungan pacuan kuda tradisional Sumbawa.

 

“Joki-joki ini akan menjadi aset yang luar biasa ke depan. Kita akan memacu lagi sehingga semua daerah memiliki joki-joki yang luar biasa,” ungkapnya.

 

Pengembangan pacuan kuda juga dinilai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Selama pelaksanaan Bupati Cup 2026, aktivitas pelaku UMKM di sekitar arena berlangsung cukup ramai.

 

Bupati mengatakan, pemerintah akan menata keberadaan UMKM agar pada pelaksanaan berikutnya pedagang maupun pengunjung mendapatkan ruang yang lebih nyaman dan representatif.

 

“UMKM yang ada di sekitar ini sudah seminggu melakukan transaksi di sini. Luar biasa. Ke depan akan kita tata lebih baik sehingga penonton dan teman-teman UMKM mendapat tempat yang lebih representatif dan usahanya menjadi lebih baik,” jelasnya.

 

Bupati juga mengapresiasi panitia, Ketua PORDASI Kabupaten Sumbawa, peserta, pemilik kuda, joki, penonton, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

 

Ia berharap para juara dapat mempertahankan prestasinya, sementara peserta yang belum berhasil meraih juara diminta terus berlatih dan kembali mengikuti kompetisi pada penyelenggaraan berikutnya.

 

Lebih jauh, pemerintah daerah akan memperluas promosi pacuan kuda tradisional Sumbawa hingga ke pasar wisatawan mancanegara. Menurut Bupati, pada pembukaan kegiatan telah hadir sejumlah wisatawan asing yang menyaksikan langsung tradisi pacuan kuda.

 

Ke depan, Pemkab Sumbawa akan menggandeng hotel dan agen perjalanan wisata untuk memasukkan pacuan kuda ke dalam agenda promosi pariwisata daerah.

 

“Insya Allah ke depan kita akan mempersiapkan undangan khusus ke hotel-hotel dan agen-agen travel, sehingga pada saat kegiatan ini akan kita siapkan penonton-penonton dari luar negeri,” tutur Bupati.

 

Bupati menegaskan, pengembangan pacuan kuda tradisional akan dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan fasilitas arena, peningkatan hadiah, pembinaan joki, penataan UMKM, serta promosi wisata.

 

Dengan langkah tersebut, pacuan kuda diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi berkembang menjadi ikon budaya Sumbawa, destinasi wisata unggulan, sekaligus ruang tumbuh bagi ekonomi masyarakat.

 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap Bupati Cup pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas semakin profesional tanpa meninggalkan karakter tradisionalnya, sehingga budaya pacuan kuda tetap lestari dan semakin dikenal hingga tingkat nasional maupun mancanegara. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *