Sumbawa barat|Bintangtv.id – Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memberikan klarifikasi atas beredarnya informasi di media sosial yang menyebut tiga anak dari Panti Asuhan Baiti Nurjannah berada di Bali tanpa pendamping orang dewasa saat menjalani pengobatan. Dinas Sosial menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan,(24/7/2026)
Klarifikasi ini disampaikan setelah Dinas Sosial KSB melakukan silaturahmi sekaligus meminta keterangan langsung kepada pengelola Panti Asuhan Baiti Nurjannah. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan menyusul beredarnya video yang menimbulkan perhatian dan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Berdasarkan hasil klarifikasi dengan Fatmawati selaku pengelola Panti Asuhan Baiti Nurjannah, diketahui bahwa ketiga anak tersebut diberangkatkan ke Bali untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di Rumah Sakit Sanglah. Saat keberangkatan, mereka didampingi langsung oleh Fatmawati bersama dua orang pengasuh dewasa yang ditugaskan untuk mendampingi proses pengobatan.
Setelah menjalani tindakan medis tahap awal di Rumah Sakit Sanglah, ketiga anak tersebut tetap berada dalam pendampingan. Selama menunggu jadwal pemeriksaan dan tindakan medis lanjutan, mereka tinggal di sebuah rumah kos yang telah disewa oleh pihak panti bersama dua orang pengasuh dewasa yang sejak awal mendampingi mereka.
Sementara itu, Fatmawati untuk sementara waktu kembali ke Taliwang guna memastikan pelayanan dan pengasuhan terhadap anak-anak lain yang masih berada di Panti Asuhan Baiti Nurjannah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, kepulangannya juga dimanfaatkan untuk menyiapkan kebutuhan logistik, perlengkapan, serta bekal yang diperlukan selama proses pengobatan di Bali.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, Fatmawati dijadwalkan kembali ke Bali untuk melanjutkan pendampingan terhadap ketiga anak tersebut bersama dua orang pengasuh yang telah ditugaskan.
Dengan demikian, Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan bahwa informasi yang menyebut ketiga anak tersebut berada di Bali tanpa pendamping orang dewasa adalah tidak benar. Selama menjalani pemeriksaan dan pengobatan, mereka tetap berada dalam pengawasan dan pendampingan dua orang pengasuh dewasa dari Panti Asuhan Baiti Nurjannah.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak yang membutuhkan, dua dari tiga anak tersebut yang berstatus yatim tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial Yatim Piatu dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp500.000 per bulan untuk mendukung kebutuhan dasar mereka.
Selain bantuan sosial rutin, proses pengobatan ketiga anak tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat memberikan bantuan biaya pendampingan selama proses pengobatan berlangsung, sedangkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa Barat turut memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Bali. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam memastikan proses pengobatan berjalan dengan baik.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Andy Suwandy, S.IP., M.M.Inov., menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berkomitmen memberikan perlindungan, pelayanan, dan pendampingan terbaik kepada anak-anak yang berada di lembaga kesejahteraan sosial, termasuk mereka yang harus menjalani pengobatan di luar daerah.
“Kami memastikan bahwa selama menjalani pengobatan di Bali, ketiga anak tersebut tetap berada dalam pendampingan pengasuh dari panti. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses pengobatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai,” ujar Andy.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, setiap informasi sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, persepsi yang keliru, maupun keresahan di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, Andy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan bantuan terhadap proses pengobatan ketiga anak tersebut. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap seluruh rangkaian pemeriksaan dan pengobatan berjalan lancar sehingga ketiganya segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala.(02)












