Sumbawa barat|Bintangtv.id-Senyum bahagia terpancar dari wajah Mesir Suryadi saat menerima kunci rumah barunya yang telah selesai dibangun melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Momen penuh haru tersebut berlangsung dalam prosesi adat Ntek Bale yang dirangkaikan dengan peresmian rumah baru oleh Bupati Sumbawa Barat, (19/6/2026), di Desa Seran, Kecamatan Seteluk.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci rumah kepada Mesir Suryadi sebagai penerima manfaat program. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), jajaran pemerintah daerah, Agen Gotong Royong (AGR), tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kegiatan tersebut bukti nyata kehadiran pemerintah daerah bersama masyarakat menjadi simbol nyata komitmen dalam menghadirkan hunian yang layak bagi warga yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa rumah yang diresmikan tersebut memiliki nilai pembangunan sekitar Rp50 juta. Namun, menurutnya, nilai terbesar dari pembangunan rumah tersebut bukan terletak pada besarnya anggaran, melainkan pada semangat gotong royong dan partisipasi keluarga serta masyarakat yang turut berkontribusi dalam proses pembangunannya.
“Rumah ini bukan sekadar bangunan fisik. Di dalamnya ada semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Bupati Amar.
Ia menjelaskan bahwa program perumahan yang dijalankan melalui skema Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju)merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Selain sektor perumahan, program tersebut juga mencakup layanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Menurut H. Amar, penyediaan hunian layak merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rumah yang sehat dan aman diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak, meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, serta mendukung produktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat program perumahan sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup warga.
Hingga pertengahan tahun 2026, pemerintah daerah telah menuntaskan pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 58 unit rumah yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
Sementara itu, pada tahun 2025, pemerintah daerah berhasil merealisasikan pembangunan sekitar 150 unit rumah baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target yang lebih besar, yakni pembangunan 250 unit rumah baru.
Tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah juga bersinergi dengan pemerintah pusat. Pada tahun 2026, Kabupaten Sumbawa Barat memperoleh dukungan sekitar 400 unit bantuan perumahan dari pemerintah pusat, disertai program rehabilitasi 100 unit rumah tidak layak huni (RTLH).
“Pembangunan rumah layak huni akan terus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan upaya menurunkan angka kemiskinan,” kata Bupati Amar.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, rumah bukan hanya tempat berlindung dari panas dan hujan. Lebih dari itu, rumah merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hunian yang layak dinilai mampu menciptakan rasa aman, kenyamanan, serta mendukung terciptanya lingkungan keluarga yang sehat. Karena itu, program pembangunan dan rehabilitasi rumah terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Prosesi Ntek Bale rumah Mesir Suryadi menjadi gambaran nyata bagaimana kehadiran pemerintah, dukungan masyarakat, dan budaya gotong royong dapat bersatu menghadirkan perubahan. Dari sebuah rumah yang sebelumnya tidak layak huni, kini berdiri bangunan yang kokoh dan nyaman, membawa harapan baru bagi penghuninya.
Di tengah tantangan pembangunan, kisah Mesir Suryadi menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata. Rumah baru yang diresmikan hari itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol hadirnya kepedulian, semangat gotong royong, dan komitmen bersama untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Sumbawa Barat.(02)












